20 Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disiapkan, Tarif Rp3.500

20 Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disiapkan, Tarif Rp3.500
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 20 unit bus untuk rute baru Transjabodetabek, Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
"Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20 unit. Dengan demikian, setiap 5, maksimum 10, menit itu selalu ada," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di kawasan Jakarta Utara, Kamis (5/2).
Pramono mengatakan sampai dengan saat ini, belum ada keputusan terkait kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.
Untuk Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta, diberlakukan tarif normal, yakni Rp2.000 sebelum pukul 07.00 WIB dan Rp3.500 di atas pukul 07.00 WIB.
Pramono meyakini rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta banyak diminati masyarakat karena efisien dari segi ongkos maupun waktu perjalanan.
"Pasti orang akan menggunakan itu. Gimana dari Soekarno Hatta sampai Blok M cuma bayar Rp3.500, mobilnya bagus. Siapa yang enggak mau? Pasti mau," ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan waktu perjalanan akan lebih cepat dibandingkan dengan moda transportasi lain menuju bandara, karena Transjabodetabek nantinya menggunakan jalur khusus.
Dengan demikian, kata dia, kehadiran Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta secara signifikan akan mengurangi kemacetan di Jakarta maupun di kawasan Banten.
Rute baru Transjabodetabek itu dijadwalkan resmi diluncurkan pada pekan depan, namun Pramono belum dapat merinci tanggal pastinya.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu bergantung pada kepemilikan dolar AS. Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan menunjukkan penguatan dalam waktu dekat seiring langkah-langkah yang tengah disiapkan pemerintah.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Prabowo Subianto memastikan masyarakat tetap terlindungi dari dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar beban ekonomi rakyat tidak semakin berat.



