5 Cerita Ji Chang Wook Hidup Melarat di Masa Lalu, Terbiasa Kerja Keras Sejak Bocah

Nama Ji Chang Wook pantas disebut dalam deretan aktor papan atas Korea Selatan saat ini. Sejak debut pada 2008 silam, ia telah membintangi sejumlah judul drakor populer. Mulai dari Empress Ki, Healer, The K2, Suspicious Partner, hingga Welcome to Samdal-ri.
Ji Chang Wook tak gengsi mengungkap kehidupan masa lalunya yang sulit, setelah menjadi yatim di usia yang sangat muda.
Nama Ji Chang Wook pantas disebut dalam deretan aktor papan atas Korea Selatan saat ini. Sejak debut pada 2008 silam, ia telah membintangi sejumlah judul drakor populer. Mulai dari Empress Ki, Healer, The K2, Suspicious Partner, hingga Welcome to Samdal-ri.
Tak hanya drakor, ia juga tampil dalam sejumlah film dan pertunjukan musikal.
Tak ayal, popularitas pria kelahiran 5 Juli 1987 ini pun meroket. Tak hanya di Korea Selatan, tapi juga secara global.
Advertisement
Namun di luar sisi glamor kehidupannya, Ji Chang Wook ditempa kehidupan yang sulit. Kondisi yang ia hadapi sejak bocah bahkan membuatnya meski dewasa sejak dini.
Alih-alih menyembunyikan hal ini rapat-rapat, Ji Chang Wook justru malah tak ragu mengungkap hal ini di depan kamera. Yang terbaru, adalah dalam talk show You Quiz on the Block yang tayang di tvN baru-baru ini.
Apa saja yang ia ceritakan?
1. Ji Chang Wook Yatim Sejak Kecil
2. Terbiasa Kerja Keras Sejak Kecil
3. Tantangan Besar untuk Ji Chang Wook Cilik
4. Pilih Kerja Paruh Waktu
5. Makan Nasi Pakai Garam
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


