5 Cerita Ji Chang Wook Hidup Melarat di Masa Lalu, Terbiasa Kerja Keras Sejak Bocah

Nama Ji Chang Wook pantas disebut dalam deretan aktor papan atas Korea Selatan saat ini. Sejak debut pada 2008 silam, ia telah membintangi sejumlah judul drakor populer. Mulai dari Empress Ki, Healer, The K2, Suspicious Partner, hingga Welcome to Samdal-ri.
Ji Chang Wook tak gengsi mengungkap kehidupan masa lalunya yang sulit, setelah menjadi yatim di usia yang sangat muda.
Nama Ji Chang Wook pantas disebut dalam deretan aktor papan atas Korea Selatan saat ini. Sejak debut pada 2008 silam, ia telah membintangi sejumlah judul drakor populer. Mulai dari Empress Ki, Healer, The K2, Suspicious Partner, hingga Welcome to Samdal-ri.
Tak hanya drakor, ia juga tampil dalam sejumlah film dan pertunjukan musikal.
Tak ayal, popularitas pria kelahiran 5 Juli 1987 ini pun meroket. Tak hanya di Korea Selatan, tapi juga secara global.
Advertisement
Namun di luar sisi glamor kehidupannya, Ji Chang Wook ditempa kehidupan yang sulit. Kondisi yang ia hadapi sejak bocah bahkan membuatnya meski dewasa sejak dini.
Alih-alih menyembunyikan hal ini rapat-rapat, Ji Chang Wook justru malah tak ragu mengungkap hal ini di depan kamera. Yang terbaru, adalah dalam talk show You Quiz on the Block yang tayang di tvN baru-baru ini.
Apa saja yang ia ceritakan?
1. Ji Chang Wook Yatim Sejak Kecil
2. Terbiasa Kerja Keras Sejak Kecil
3. Tantangan Besar untuk Ji Chang Wook Cilik
4. Pilih Kerja Paruh Waktu
5. Makan Nasi Pakai Garam
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Argentina gagal mengamankan kemenangan dalam waktu normal setelah bermain imbang 1-1 melawan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung ketat memaksa kedua tim melanjutkan duel hingga babak perpanjangan waktu.
Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pekerja yang bergantung pada upah harian kini mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.



