LiputanHot News

90 WNI Dipulangkan dari Myanmar, Mayoritas Pekerja Online Scam

SBTim Redaksi SATU BERITA
22 Januari 20266 menit baca
Ilustrasi artikel: 90 WNI Dipulangkan dari Myanmar, Mayoritas Pekerja Online Scam

90 WNI Dipulangkan dari Myanmar, Mayoritas Pekerja Online Scam

Sebanyak 90 Warga Negara Indonesia (WNI) dipulangkan dari wilayah konflik Myawaddy, Myanmar, setelah diduga terlibat aktivitas penipuan daring atau online scamming.

Mereka merupakan bagian dari gelombang ketiga pemulangan WNI yang sebelumnya bekerja di perusahaan-perusahaan ilegal berbasis penipuan online di kawasan tersebut

Kasubdit Asia Tenggara Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Rina Komaria, mengatakan sebanyak 90 WNI yang dipulangkan hari ini, terdiri dari 25 perempuan dan 65 laki-laki. Sebelumnya, dua gelombang pemulangan telah dilakukan pada Desember 2025 lalu.

"Mereka berhasil keluar dari perusahaan setelah adanya operasi dari otoritas setempat. Para WNI kemudian diamankan di sebuah kamp sebelum didata dan diberikan bantuan administrasi serta logistik oleh KBRI Yangon, untuk selanjutnya diseberangkan ke Thailand dan dipulangkan ke Indonesia," ujar Rina saat menjemput para WNI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Kamis, (22/1).

Menurutnya, mayoritas WNI yang dipulangkan bekerja sebagai pelaku penipuan online. Hingga kini, belum ditemukan indikasi bahwa mereka merupakan korban tindak pidana perdagangan orang.

Loaded: 41.67%

Ads by Tapmind

"Sebagian besar memang bekerja sebagai online scam. Sampai saat ini belum ditemukan indikasi sebagai korban TPPO," katanya.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri tetap berkoordinasi dengan Bareskrim Polri, BP2MI, dan Kementerian Sosial untuk melakukan pendalaman lebih lanjut, baik terhadap kemungkinan para WNI ini adalah korban maupun unsur tindak pidana yang dilakukan mereka.

Secara total, tercatat sekitar 200 WNI telah dipulangkan dari wilayah tersebut. Namun, masih terdapat ratusan lainnya yang belum berhasil keluar dari perusahaan dan kamp penampungan.

"Di kamp masih ada sekitar 90 orang, sementara yang belum keluar dari perusahaan diperkirakan lebih dari 200 orang. KBRI Yangon dan KBRI Bangkok terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk proses pemulangan lanjutan," jelas Rina.

Para WNI yang telah tiba di Indonesia selanjutnya dibawa ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Bareskrim Polri, guna memastikan status hukum serta kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan kejahatan siber internasional.






Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Biliar Indonesia Berkembang dari Era Kolonial hingga Jadi Cabang Olahraga Kompetitif

Biliar Indonesia Berkembang dari Era Kolonial hingga Jadi Cabang Olahraga Kompetitif

Olahraga biliar di Indonesia memiliki perjalanan panjang sejak diperkenalkan pada masa kolonial. Kini, biliar telah berkembang menjadi olahraga kompetitif yang memiliki organisasi resmi, turnamen rutin, serta pembinaan atlet di berbagai daerah.

10 Jun 20261 menit
Baca artikel
Vonis Diperberat, Uang Pengganti Anak Riza Chalid Naik Jadi Rp13,4 Triliun

Vonis Diperberat, Uang Pengganti Anak Riza Chalid Naik Jadi Rp13,4 Triliun

Pengadilan memperberat hukuman pembayaran uang pengganti terhadap tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan anak pengusaha minyak Riza Chalid. Nilai uang pengganti yang harus dibayarkan meningkat menjadi Rp13,4 triliun, mencerminkan besarnya kerugian negara yang diduga timbul dalam perkara tersebut.

10 Jun 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
oasistogel slot online gacortaruma4d slot maxwin