LiputanKriminal

Warga Membongkar Tipu-tipu Makam Wali dan Ulama Palsu

SBTim Redaksi SATU BERITA
11 September 20243 menit baca
Ilustrasi artikel: Warga Membongkar Tipu-tipu Makam Wali dan Ulama Palsu

Berawal dari kecurigaan sejumlah tokoh masyarakat dan warga Desa Ngalian, Wonosobo, Jawa Tengah membongkar puluhan makam yang berada di Kompleks Pemakaman Kutang.

Berawal dari kecurigaan sejumlah tokoh masyarakat dan warga Desa Ngalian, Wonosobo, Jawa Tengah membongkar puluhan makam yang berada di Kompleks Pemakaman Kutang.

Puluhan pemakaman yang disebut-sebut sebagai makam dari ulama dan juga wali tersebut terbukti palsu.

Meski ini bukan pertama kalinya terjadi, kisruh soal makam palsu yang disebut-sebut sebagai makam para wali dan ulama hingga kini masih terjadi.

Seperti di Wonosobo, Jawa Tengah misalnya. Puluhan makam dibongkar masyarakat. Padahal area lahan seluas kurang lebih 500 m2 ini tidak pernah tercatat sebagai tempat pemakaman.

Awal investigasi menurut Tim Pembongkar Makam, Arga Balarama diawali dari laporan masyarakat setempat dan juga pelaku sejarah. Sementara itu menurut hasil kajian, tidak ada bukti tertulis atau sejarah yang mendukung klaim bahwa 78 makam ini adalah makam wali atau ulama.

Ha itu hanya pernyataan sekelompok orang saja yang ingin mencari keuntungan. Terlihat suasana makam Kalicutang setelah dibongkar warga dan tokoh masyarakat Desa Ngalian Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.

Dulu lokasi ini banyak dikunjungi para peziarah baik dari dalam maupun luar Wonosobo.
Bahkan tak jarang komplek pemakaman Kalicutang ini juga kerap dijadikan sebagai tempat pertemuan oleh sekelompok orang.

Pada tahun 2023 lalu misalnya lokasi ini dijadikan sebagai tempat halal bihalal sekaligus pembukaan majelis taklim. Kini mahkam wali dan ulama palsu di Komplek Pemakaman Kalicutang sudah dibongkar tak ada lagi orang yang datang untuk berziarah.

Namun dampak dari pembongkaran ini cukup serius. Ternyata sekelompok orang yang diduga tidak puas dengan aksi pembongkaran makam ini menebar teror. Mereka mengancam ingin membunuh mengancam ingin menyantet melalui jalur metafisika.

Menurut KH Syarif Rahmat merebaknya makam dan ulama palsu ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Nampaknya pembuatan makam- Makam wali dan ulama palsu ini digerakkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

Dengan ditutupnya makam Kalicutang di desa Ngalian Kecamatan Wadaslintang Wonosobo ini warga diharapkan dapat lebih bijaksana dalam menerima informasi terkait sejarah


Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Duel Sengit! Argentina Ditahan Tanjung Verde 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time

Duel Sengit! Argentina Ditahan Tanjung Verde 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time

Argentina gagal mengamankan kemenangan dalam waktu normal setelah bermain imbang 1-1 melawan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung ketat memaksa kedua tim melanjutkan duel hingga babak perpanjangan waktu.

4 Jul 20261 menit
Baca artikel
Dapur MBG Libur Sementara, Pekerja SPPG Bertahan Hidup dengan Kerja Sampingan

Dapur MBG Libur Sementara, Pekerja SPPG Bertahan Hidup dengan Kerja Sampingan

Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pekerja yang bergantung pada upah harian kini mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

4 Jul 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
oasistogel slot online gacorkaisar4dtoto slot gacor terpercaya