LiputanHot News

AS dan Israel Diklaim Sepakat Serang Iran

SBTim Redaksi SATU BERITA
27 Januari 20266 menit baca
Ilustrasi artikel: AS dan Israel Diklaim Sepakat Serang Iran

AS dan Israel Diklaim Sepakat Serang Iran

Amerika Serikat dan Israel diklaim sepakat melakukan serangan yang cepat dan tegas terhadap Iran.

Klaim tersebut disampaikan oleh Channel 14 Israel, yang menyebut kesepakatan itu muncul dari pembahasan tingkat tinggi antara kedua negara.

Melansir situs Middle East Monitor, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, mengadakan pertemuan dengan pejabat militer Israel di Tel Aviv, pada Minggu (25/1).

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu, salah satunya mengenai perkembangan situasi di Iran.

Pada Minggu malam, Channel 14 mengungkapkan detail baru terkait pertemuan yang berlangsung hingga larut malam itu.

Laporan itu menyebutkan bahwa para peserta memiliki pandangan yang sama dan sepakat untuk terus memperkuat kerja sama erat antara kedua angkatan bersenjata.

Dalam pertemuan itu, pejabat AS menyampaikan bahwa kesiapan penuh menghadapi Iran memerlukan waktu serta persiapan matang. Namun, mereka menegaskan bahwa AS selalu siap mengambil langkah-langkah konkret.

Menurut laporan Kantor Berita Palestina Ma'an, terkait kemungkinan serangan AS terhadap Iran, sang komandan menjelaskan bahwa strategi AS berlandaskan pada pelaksanaan operasi yang cepat dan presisi.

Selain itu, para pejabat AS menilai bahwa perubahan rezim yang berkuasa saat ini merupakan kebutuhan penting.

Jika serangan dilakukan, diperkirakan fokus akan diarahkan pada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang merugikan warga sipil dan para pengunjuk rasa.

Secara terpisah, Komandan CENTCOM juga menegaskan komitmen AS untuk melindungi sekutu-sekutunya di Timur Tengah, termasuk Israel, serta memastikan mereka tidak mengalami ancaman.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan terhadap Iran atas pembunuhan para demonstran.

Menurut klaim pemerintah Iran, demo berdarah di Teheran menewaskan lebih dari 3.000 orang. Demonstrasi yang awalnya berfokus pada isu ekonomi kini meluas menjadi protes anti-pemerintah.

Sejak dua pekan lalu, kapal-kapal perang AS mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik ke Timur Tengah.

Pergerakan ini terjadi menyusul ketegangan antara AS dan Iran imbas demo berdarah di Teheran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut klaim pemerintah Iran.

Pada Senin (26/1), Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS menyampaikan armada USS Abraham Lincoln telah berada di Timur Tengah "untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional."





Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
Banner promo OasisTogel dengan hadiah togel dan slot onlinedynasty4dtoto