
Kebakaran terjadi di ruang praktikum Politeknik Negeri Malang (Polinema) diduga akibat baterai motor listrik mengalami overload saat proses pengisian daya. Insiden ini sempat membuat panik mahasiswa dan staf kampus.
Sebuah ruang praktikum di Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jawa Timur, dilaporkan terbakar pada Selasa pagi. Kebakaran diduga dipicu oleh baterai motor listrik yang mengalami overload ketika sedang dicas di dalam ruangan praktikum.
Api dengan cepat membesar karena di lokasi terdapat sejumlah peralatan elektronik dan bahan pendukung praktikum. Asap tebal sempat memenuhi area kampus dan membuat aktivitas perkuliahan terganggu sementara waktu.
Baca Juga: Usulan Larangan Total Vape Diminta Tak Sekadar “Omon-omon”
Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi langsung melakukan proses pemadaman agar api tidak merembet ke ruangan lain. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski beberapa peralatan praktikum mengalami kerusakan.
Pihak kampus menyebut kebakaran berasal dari proyek kendaraan listrik mahasiswa yang sedang menjalani pengujian baterai. Dugaan sementara, baterai mengalami panas berlebih hingga memicu percikan api dan kebakaran.
Baca Juga: Purbaya Optimistis Ekonomi RI Makin Kuat: “3 Tahun Lagi Kita Kaya Bareng-bareng”
Saat ini penyebab pasti insiden masih didalami pihak terkait, sementara area praktikum untuk sementara ditutup demi alasan keamanan dan proses investigasi lebih lanjut.
source: Baterai Motor Overload saat Dicas, Ruang Praktikum Kampus Polinema Malang Terbakar
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


