Lompat ke konten utama
satuberita.news — Berita Terpercaya Indonesia
SBSATUBERITA
  • Berita
  • Redaksi
  • Kontak
SBSATUBERITA

Portal berita Indonesia yang menyajikan liputan nasional, internasional, ekonomi, politik, olahraga, dan teknologi — cepat, jelas, dan terpercaya.

satuberita.news

Kategori

  • Anime
  • Economy
  • Film
  • Game
  • Healthy
  • Horror
  • Hot News
  • Keramat

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Hubungi Redaksi

Hubungi via halaman kontak
Indonesia — Redaksi Digital

© 2026 SATU BERITA. Hak cipta dilindungi.

Syarat LayananPrivasiCookies
  1. blog
  2. dan terjadi lagi dan lagi polisi membunuh
LiputanHot NewsviralKriminal

Dan Terjadi Lagi Dan Lagi Polisi Membunuh

SBTim Redaksi SATU BERITA
13 Desember 20248 menit baca
Share
Ilustrasi artikel: Dan Terjadi Lagi Dan Lagi Polisi Membunuh

Polisi di Palangka Raya Terlibat Pembunuhan, Mayat Korban Dibuang ke Kebun Sawit, Mobilnya Dijual

Kasus oknum polisi terlibat pembunuhan terjadi lagi, kali ini di Kalimantan Tengah. 

Korbannya bukan sesama anggota Polisi seperti Solok Selatan atau pelajar seperti di Semarang tapi korbannya warga biasa.

Adalah Brigadir AK, personel Kepolisian Resor Kota Palangka Raya yang diduga jadi pelaku pembunuhan dan pencurian seorang warga.



Kasus ini bermula dari warga Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah yang dihebohkan dengan penemuan mayat yang sudah membusuk di kebun sawit.

Mayat tersebut diduga korban pencurian dan kekerasan oleh oknum Polisi. 

Penemuan mayat itu dilaporkan pada Jumat (6/12/2024).

Tidak lama setelah penemuan mayat tersebut, Kepolisian Daerah atau Polda Kalteng memeriksa seorang polisi berinisial Brigadir AK.

Brigadir AK merupakan personel Kepolisian Resor Kota Palangka Raya


Ia ditahan dan diperiksa lantaran diduga membunuh dan mengambil mobil milik korban.

Kronologi

Kepala Bidang Humas Polda Kalteng Komisaris Besar Erlan Munaji menjelaskan, dari penyelidikan, pelaku diduga Brigadir AK, personel polisi di Polresta Palangka Raya.

Pelaku kini sedang diperiksa penyidik Polda Kalteng dan Propam Polda Kalteng.

Erlan menjelaskan, pembunuhan diduga terjadi pada Rabu (27/11/2024).

Korban BA kala itu tengah memarkirkan mobilnya di Jalan Tjilik Riwut di pinggir jalan Trans-Kalimantan.



Pelaku lalu mendatangi BA dan membawa warga Banjarmasin itu keluar dari mobilnya.

”Pelaku lalu melakukan kekerasan hingga korban meninggal. Dia lalu mengambil dan menjual mobil korban,” kata Erlan di Kota Palangka Raya, Kamis (12/12/2024) dikutip TribunBengkulu dari Kompas.

Erlan mengaku belum mengetahui jenis kekerasan yang dimaksud.


Saat ditanya wartawan soal penggunaan senjata api, Erlan menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan.

Selain itu, Erlan juga belum mengetahui berapa banyak luka pada korban hingga motif pembunuhan. Keberadaan saksi kunci juga disebut belum terkonfirmasi polisi.

”Status pelaku nanti akan disampaikan jika proses pemeriksaan sudah selesai,” ungkap Erlan.

Ke depan, Erlan menegaskan, polisi akan menindak tegas pelaku jika terbukti sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.

”Kami berkomitmen untuk menindak tegas pelaku. Saat ini yang bersangkutan masih ditahan di rutan khusus Polda Kalteng untuk menjalani pemeriksaan,” ungkap Erlan.


Kasus Viral Polisi Tembak Polisi dan Polisi Tembak Pelajar

Kasus ini menambah panjang daftar kasus polisi yang meresahkan.

Sebelumnya, publik diguncang ulah Ajun Inspektur Dua Robiq. Robig terbukti menembak warga di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Minggu (24/11/2024) dini hari.

Akibatnya, satu pelajar, yakni Gamma Rizkynata Oktafandy (17), meninggal. Selain itu, dua pelajar lainnya, A (18) dan S (17), menderita luka-luka.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengatakan, Robig ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, serta Undang-Undang Perlindungan Anak. Robig terancam hukuman penjara 15 tahun.

Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Theo Adi Negoro, lambannya suatu proses hukum di kepolisian dipengaruhi sejumlah faktor.



Hal itu seperti kurangnya bukti, konflik kepentingan di internal kepolisian yang mengganggu independensi penegakan hukum, dan tidak efektifnya mekanisme koordinasi antarlembaga internal.

”Situasi yang berlarut-larut seperti ini tidak baik dan akan mencederai prinsip akuntabilitas dan supremasi hukum," ujar Theo.

"Padahal, negara memiliki kewajiban memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan. Hal ini harus dijadikan bahan evaluasi bagi Polri."


Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Oknum Polisi di Kalimantan Tengah Curi Mobil dan Bunuh Korbannya, Mayat Dibuang dan Mobil Dijual,

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Subsidi Energi Membengkak: Dampaknya Bagi Kantong Kita
viral

Subsidi Energi Membengkak: Dampaknya Bagi Kantong Kita

18 Agu 20261 menit
Baca artikel
Kronologi Viral Tukang Cukur Bogor Tolak Pasang Bendera
viral

Kronologi Viral Tukang Cukur Bogor Tolak Pasang Bendera

18 Agu 20261 menit
Baca artikel
Kronologi Polisi Evakuasi ODGJ yang Berujung Maut
viral

Kronologi Polisi Evakuasi ODGJ yang Berujung Maut

18 Agu 20261 menit
Baca artikel
Keseruan Viral Tren Bedazzled Ibu Ibu di Media Sosial
viral

Keseruan Viral Tren Bedazzled Ibu Ibu di Media Sosial

18 Agu 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
dynasty4dtoto slot gacor hari inioasistogel slot online gacor

Daftar Isi

  • Kronologi

Berita Terkini

  • 01
    Subsidi Energi Membengkak: Dampaknya Bagi Kantong Kita

    Subsidi Energi Membengkak: Dampaknya Bagi Kantong Kita

    18 Agu 2026
  • 02
    Kronologi Viral Tukang Cukur Bogor Tolak Pasang Bendera

    Kronologi Viral Tukang Cukur Bogor Tolak Pasang Bendera

    18 Agu 2026
  • 03
    Kronologi Polisi Evakuasi ODGJ yang Berujung Maut

    Kronologi Polisi Evakuasi ODGJ yang Berujung Maut

    18 Agu 2026
  • 04
    Keseruan Viral Tren Bedazzled Ibu Ibu di Media Sosial

    Keseruan Viral Tren Bedazzled Ibu Ibu di Media Sosial

    18 Agu 2026
  • 05
    Analisis Penyebab mundurnya kepala badan gizi yang Viral

    Analisis Penyebab mundurnya kepala badan gizi yang Viral

    17 Agu 2026
  • 06
    Viral Arah Baru Ekonomi Era Prabowo dalam RAP

    Viral Arah Baru Ekonomi Era Prabowo dalam RAP

    17 Agu 2026