Lompat ke konten utama
satuberita.news — Berita Terpercaya Indonesia
SBSATUBERITA
  • Berita
  • Redaksi
  • Kontak
SBSATUBERITA

Portal berita Indonesia yang menyajikan liputan nasional, internasional, ekonomi, politik, olahraga, dan teknologi — cepat, jelas, dan terpercaya.

satuberita.news

Kategori

  • Anime
  • Economy
  • Film
  • Game
  • Healthy
  • Horror
  • Hot News
  • Keramat

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Hubungi Redaksi

Hubungi via halaman kontak
Indonesia — Redaksi Digital

© 2026 SATU BERITA. Hak cipta dilindungi.

Syarat LayananPrivasiCookies
  1. blog
  2. dihukum guru squat jump 100 kali siswa smp di deli serdang tewas
LiputanviralHealthy

Dihukum Guru Squat Jump 100 Kali, Siswa SMP di Deli Serdang Tewas

SBTim Redaksi SATU BERITA
28 September 20248 menit baca
Share
Ilustrasi artikel: Dihukum Guru Squat Jump 100 Kali, Siswa SMP di Deli Serdang Tewas

Seorang siswa kelas IX SMP Negeri 1 STM Hilir, Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga tewas usai mendapatkan hukuman squat jump 100 kali oleh gurunya.

Seorang siswa kelas IX SMP Negeri 1 STM Hilir, Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga tewas usai mendapatkan hukuman squat jump 100 kali oleh gurunya.

Korban bernama Rindu Syahputra Sinaga (14) meninggal dunia pada Kamis 26 September 2024, setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Ibu korban Derma Br Padang mengatakan korban mendapatkan hukuman skuad jump 100 kali dari gurunya pada 19 September 2024.

Kemudian, pada Jumat 20 Seprember 2024, kondisi kesehatan anaknya seketika memburuk dengan mengalami lemas, kakinya sakit, dan demam.

"Dia mengeluh kakinya sakit, panas tinggi, hari Sabtu (21/9/2024) dia gak sekolah karena kesakitan," kata ibu korban dalam keterangannya kepada SuaraSumut.id, Sabtu (28/9/2024).

Melihat anaknya menderita sakit, Derma kemudian membawa anaknya untuk berobat.

"Mak, sakit kurasa kakiku ini Mak (kata korban). Ayo berobat Nak-ku, aku bawa ke klinik," ujarnya.

"Tapi tetap, badannya panas tinggi terus, dengan kaki bengkak terus," sambungnya.

Karena kondisi kesehatannya belum membaik, pada Selasa (24/9/2024), ibu korban lalu datang ke sekolah korban memberitahu kalau anaknya sakit usai dihukum skuaq jump.

"Hari Rabu (25/9/2024) kondisi anak saya drop, saya bawa ke klinik lalu dirujuk ke Rumah Sakit Sembiring Delitua," ucapnya.

Namun nahas, pada Kamis 26 September 2024 sekitar pukul 06.30 WIB, Rindu menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

"Kami memohon kepada pihak hukum, tolong kasus ini diusut," harap ibu korban.

Lakukan pemeriksaan

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Deli Serdang Muriadi ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id mengenai kejadian ini menyampaikan pihaknya telah turun melakukan pemeriksaan. Dirinya juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya siswa SMP tersebut.

Dari pemeriksaan Dewan Pendidikan Deli Serdang, Muriadi menjelaskan guru honorer Agama Kristen berinisial SWH itu sudah mengakui perbuatannya, menghukum korban skuad jump 100 kali.

"Guru tersebut sudah mengakui atas peristiwa tersebut bahwasanya memang si guru ini telah melakukan semacam sanksi ya, berupa skuat jump sebanyak 100 kali, namun dalam 100 kali tersebut apabila tidak tahan bisa istirahat gitu," katanya.

Muriadi mengatakan setelah korban mendapatkan hukuman squat jump 100 kali, korban sempat datang ke sekolah pada hari Jumat 20 September 2024.

"Namun hari Sabtu sampai hari Rabu tidak ada kabar berita siswa tersebut dari orangtua," katanya.

Kabar duka pun datang, pada Kamis 26 September 2024, pihak keluarga korban memberitahu ke sekolah kalau siswa SMP tersebut telah tiada.

Atas kejadian ini, lanjut Muriadi, Dinas Pendidikan Deli Serdang telah mengambil tindakan dengan menonaktifkan guru honorer itu

"Oknum guru tersebut sampai saat ini kan beliau guru honorer pendidikan Agama Kristen, dan beliau juga baru masuk setahun yang lalu menggantikan guru yang pensiun," jelasnya.

"Untuk sementara kami nonaktifkan mengingat karena peristiwa ini memakan waktu dan juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan makanya kita nonaktif dari sekolah," cetusnya.

Pihak Sekolah Kecolongan

Lebih lanjut Muriadi menyimpulkan kalau oknum guru tersebut telah melakukan kesalahan dengan memberikan hukuman fisik.

"Informasi dari surat penyataan si guru ini ada enam orang, dan dari enam orang diberi hukuman skuat jump dan siswa lain juga mengaminkan hukuman apa yang mau kalian, samakah, sama aja," katanya.

Muriadi juga mengatakan kalau pihak sekolah juga kecolongan.

"Sanksi tersebut menurut kami dari praktisi pendidikan itu salah, karena itu salah satu tindakan fisik. Walau pun sifatnya skuat jump kami menyadari hal demikian, makanya pihak sekolah dalam hal ini kecolongan," ungkapnya.

Disinggung mengenai kejadian ini diselesaikan lewat proses hukum karena sudah mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dunia, Muriadi mengatakan pihaknya tetap mengedepankan cara kekeluargaan.

"Menurut kami ya tentu guru ini tetap salah, namun demikian guru tersebut kan manusia biasa yang mungkin dia ada kelalaian ada kekhilafan," ucapnya.

"Besar harapan kami, apabila memang hasil dari autopsi atau hasil dari medis yang menyatakan ini diduga karena mengacu hukuman si anak mengakibatkan siswa meninggal dunia, kami akan melakukan langkah-langkah persuasif untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya.

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Kisah Haru Bocah Nias: Seberangi Sungai Deras Demi Sekolah
viral

Kisah Haru Bocah Nias: Seberangi Sungai Deras Demi Sekolah

3 Okt 20261 menit
Baca artikel
Aksi Pemotor Viral: Hebohnya Perselisihan di Jalan Raya
viral

Aksi Pemotor Viral: Hebohnya Perselisihan di Jalan Raya

3 Okt 20261 menit
Baca artikel
TikTok Viral 2026: Tantangan "Ramalan 2026" Banjiri FYP, Netizen Ramai Ikutan!
viral

TikTok Viral 2026: Tantangan "Ramalan 2026" Banjiri FYP, Netizen Ramai Ikutan!

3 Okt 20261 menit
Baca artikel
Ambulans Tertahan Mobil Putih di Solo Viral, Netizen Geram
viral

Ambulans Tertahan Mobil Putih di Solo Viral, Netizen Geram

2 Okt 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
oasistogel slot online gacordynasty4dtoto slot gacor hari ini

Berita Terkini

  • 01
    Kisah Haru Bocah Nias: Seberangi Sungai Deras Demi Sekolah

    Kisah Haru Bocah Nias: Seberangi Sungai Deras Demi Sekolah

    3 Okt 2026
  • 02
    Aksi Pemotor Viral: Hebohnya Perselisihan di Jalan Raya

    Aksi Pemotor Viral: Hebohnya Perselisihan di Jalan Raya

    3 Okt 2026
  • 03
    TikTok Viral 2026: Tantangan "Ramalan 2026" Banjiri FYP, Netizen Ramai Ikutan!

    TikTok Viral 2026: Tantangan "Ramalan 2026" Banjiri FYP, Netizen Ramai Ikutan!

    3 Okt 2026
  • 04
    Ambulans Tertahan Mobil Putih di Solo Viral, Netizen Geram

    Ambulans Tertahan Mobil Putih di Solo Viral, Netizen Geram

    2 Okt 2026
  • 05
    Aksi Pemotor Viral di Jakarta Terekam Kamera Hari Ini

    Aksi Pemotor Viral di Jakarta Terekam Kamera Hari Ini

    2 Okt 2026
  • 06
    ASN Viral Terobos Jalan Cor di Pekalongan: Aksi Nekat yang Bikin Heboh

    ASN Viral Terobos Jalan Cor di Pekalongan: Aksi Nekat yang Bikin Heboh

    1 Okt 2026