
Arya Saloka mengalami pengalaman mengerikan di Yogyakarta saat syuting film horor Lembayung beberapa waktu lalu. Dia tiba-tiba tak bisa bicara
Arya Saloka mengalami pengalaman mengerikan di Yogyakarta saat syuting film horor Lembayung beberapa waktu lalu. Dia tiba-tiba tak bisa bicara
"Pengalaman (mistis) justru bukan di lokasi syuting, tapi di penginapan. Waktu itu saya di Jogja, habis kegiatan dari Solo. Ada break, sudah selesai jam satu siang," kata Arya Saloka kepada Suara.com saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan baru-baru ini.
"Saya lagi rebahan di sofa di ruang tamu terbuka, lalu asisten saya pamit mau beli rokok. Tiba-tiba nggak tahu kenapa, saya seperti ketindihan. Padahal saya tahu pergerakan Rizky dan Valin (tim Arya yang lain)," ucapnya menyambung.
Meski melihat timnya bergerak ke sana ke mari, Arya Saloka tak bisa berkata-kata. Mulutnya seperti terkunci dengan sendirinya.
Mantan lawan main Amanda Manopo tersebut bahkan sempat merasa ada seseorang yang menahan kepalanya.
'Terus saya ngeliat ada yang, bukan duduk di atas saya tapi ada yang (menahan) di sini (kepala)," sambungnya.
Arya Saloka mengaku tidak takut saat mengalami kejadian tersebut. Dia malah memaki-maki.
Sang aktor menahan cerita mistis itu sendirian hingga syuting berakhir. Saat syuting selesai, baru lah dia cerita kepada Oka Antara, pemain lain film tersebut.
"Tapi saya nggak menceritakan itu. Sampai selesai, baru saya cerita itu ke Mas Oka," ujar Arya Saloka.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


