Lompat ke konten utama
satuberita.news — Berita Terpercaya Indonesia
SBSATUBERITA
  • Berita
  • Redaksi
  • Kontak
SBSATUBERITA

Portal berita Indonesia yang menyajikan liputan nasional, internasional, ekonomi, politik, olahraga, dan teknologi — cepat, jelas, dan terpercaya.

satuberita.news

Kategori

  • Anime
  • Economy
  • Film
  • Game
  • Healthy
  • Horror
  • Hot News
  • Keramat

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Hubungi Redaksi

Hubungi via halaman kontak
Indonesia — Redaksi Digital

© 2026 SATU BERITA. Hak cipta dilindungi.

Syarat LayananPrivasiCookies
  1. blog
  2. driver ojol diduga dianiaya tni di jakbar polisi turun tangan
LiputanHot News

Driver Ojol Diduga Dianiaya TNI di Jakbar, Polisi Turun Tangan

SBTim Redaksi SATU BERITA
9 Februari 20266 menit baca
Share
Ilustrasi artikel: Driver Ojol Diduga Dianiaya TNI di Jakbar, Polisi Turun Tangan

Driver Ojol Diduga Dianiaya TNI di Jakbar, Polisi Turun Tangan

Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial HRS menjadi korban dugaan penganiayaan di Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (4/2) lalu.

Aksi dugaan penganiayaan itu turut diunggah korban di akun Instagramnya @hasanrisqi. Dalam unggahannya, korban mengaku terduga pelaku merupakan seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan aksi dugaan penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polsek Kembangan pada Kamis (5/2) lalu. Kata dia, saat ini laporan tersebut masih proses penyelidikan.

"Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan/pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat," kata Budi saat dikonfirmasi, Senin (9/2).

Budi menyebut pihaknya masih mendalami soal sosok terduga pelaku penganiayaan tersebut. Termasuk, mendalami apakah terduga pelaku benar merupakan anggota Paspampres atau bukan.

"Terkait informasi terduga pelaku, hal itu masih didalami dalam proses penyelidikan," ucap dia.

Terpisah, Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf Mulyo Junaidi menyampaikan pihaknya telah melakukan pengecekan.

Hasilnya, terduga pelaku yang diketahui bernama Kapten Cpm Antoni dipastikan bukan anggota Paspampres, melainkan bertugas di Detasemen Markas Besar (Denma) Mabes TNI.

"Rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma, saya sudah langsung crosscheck, rupanya yang bersangkutan bertugas di Denma," kata Mulyo.

Dalam unggahan yang dibuat korban di akun Instagramnya disebutkan dugaan penganiayaan itu bermula saat yang bersangkutan mendapatkan orderan ojek online atas nama Nur dari Jalan Mawar Srengseng dengan tujuan Haji Lebar.

Kemudian, setibanya di lokasi, ternyata penumpang salah titik tujuan. Korban lalu mengkonfirmasi kepada penumpang arah tujuan sebenarnya.

"Penumpang pun juga tidak tahu jalan menuju ke lokasi tujuannya karena dia hanya disuruh ke rumah pelaku," kata unggahan di akun Instagram tersebut.

Selanjutnya, penumpang menunjukkan share lokasi dari terduga pelaku kepada korban. Share lokasi dari pelaku tidak dapat dibuka di handphone penumpang, namun di dalamnya tertulis jalan di dekat titik tujuannya yaitu Jalan Kecapi.

"Sesampainya di Jalan Kecapi, saya meminta penumpang Nur ini untuk menghubungi pelaku untuk memastikan lokasi sebenarnya. Ketika ditelepon, HP penumpang Nur ini diberikan ke saya untuk bertanya langsung kepada pelaku," ujarnya.

"Ketika saya memberi tahu bahwa saya sudah berada di jalan kecapi dan meminta arahan, si pelaku malah bernada tinggi dan mengatai saya monyet. Waktu itu saya ingin menurunkan penumpang, tapi karena jam 20.30 WIB, saya kasihan karena penumpang ini perempuan. Akhirnya saya antarkan penumpang Nur ini ke rumah pelaku," sambungnya.

Setiba di rumah terduga pelaku, korban terlibat cekcok dengan anak terduga pelaku dan terjadi keributan. Lalu, terduga pelaku datang dan membawa besi, lalu memukul kepala korban.

"Saya sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Saya mendapat kabar dari pihak kepolisian. Setelah diselidiki, pelaku adalah anggota Paspampres sehingga polisi tidak dapat melakukan tindakan lebih lanjut. Apakah aparat kebal hukum? Keadilan di negeri ini dikuasai oleh pihak-pihak tertentu?," ucap dia.


Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Update Berita SPPG Hari Ini: Kasus dan Evaluasi MBG
Hot News

Update Berita SPPG Hari Ini: Kasus dan Evaluasi MBG

1 Agu 20261 menit
Baca artikel
Habiburokhman Buka Suara Soal Kasus SPPG Bermasalah
Hot News

Habiburokhman Buka Suara Soal Kasus SPPG Bermasalah

17 Jul 20261 menit
Baca artikel
Sidang Kasus Ijazah Jokowi: JPU Minta Eksepsi Dokter Tifa Ditolak
Hot News

Sidang Kasus Ijazah Jokowi: JPU Minta Eksepsi Dokter Tifa Ditolak

16 Jul 20261 menit
Baca artikel
Pabrik Kimia di Cilegon Meledak: Kronologi Lengkap
Hot News

Pabrik Kimia di Cilegon Meledak: Kronologi Lengkap

15 Jul 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
kaisar4dtoto slot gacor terpercayataruma4d slot maxwin

Berita Terkini

  • 01
    Update Berita SPPG Hari Ini: Kasus dan Evaluasi MBG

    Update Berita SPPG Hari Ini: Kasus dan Evaluasi MBG

    1 Agu 2026
  • 02
    Habiburokhman Buka Suara Soal Kasus SPPG Bermasalah

    Habiburokhman Buka Suara Soal Kasus SPPG Bermasalah

    17 Jul 2026
  • 03
    Sidang Kasus Ijazah Jokowi: JPU Minta Eksepsi Dokter Tifa Ditolak

    Sidang Kasus Ijazah Jokowi: JPU Minta Eksepsi Dokter Tifa Ditolak

    16 Jul 2026
  • 04
    Pabrik Kimia di Cilegon Meledak: Kronologi Lengkap

    Pabrik Kimia di Cilegon Meledak: Kronologi Lengkap

    15 Jul 2026
  • 05
    Jokowi Temui Megawati: Misteri Manuver Politik Terbaru

    Jokowi Temui Megawati: Misteri Manuver Politik Terbaru

    14 Jul 2026
  • 06
    Hasil Audit BGN Hari Pertama Sekolah: Evaluasi SPPG & MBG

    Hasil Audit BGN Hari Pertama Sekolah: Evaluasi SPPG & MBG

    14 Jul 2026