Dugaan Korupsi Dana Bansos Bupati Banggai

SBTim Redaksi SATU BERITA
20 Desember 20245 menit baca
Ilustrasi artikel: Dugaan Korupsi Dana Bansos Bupati Banggai

Mahasiswa Minta KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bansos di Banggai Sulawesi Tengah

Massa yang tergabung dalam organisasi Persatuan Mahasiswa Nusantara (PMN) menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (20/12/2024).

Kedatangan mereka untuk menggelar aksi demonstrasi soal dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.



Dalam orasinya, orator menyinggung soal Peraturan Bupati (Perbub) 2023 mengenai dana bansos sebesar Rp 120 milliar. 

Menurut demonstran, semestinya distribusi bansos tersebut dilaksankan pada tahun 2025 mendatang. 



Tapi dipaksakan oleh Bupati untuk dilaksanakan tahun 2024. Ada kecurigaan korupsi kewenangan oleh Bupati Banggai. Untuk itu kita meminta KPK untuk mengusut dan periksa," kata orator sekaligus koordinator aksi, Faber Riswantoro, di atas mobil komando.

Lebih lanjut orator menyampaikan tidak ada penunjukan teknis pelaksanaan dana bansos Rp 120 miliar. 

Tidak ada aturan yang dipakai dalam pelaksanaannya. Hal ini dinilai melanggar undang-undang.


Jelas kami curiga ada korupsi. Penggunaan dana bansos Rp 120 miliar diduga menguntungkan para pelaksana-pelaksana kegiatan yang terindikasi dekat dengan Bupati kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Termasuk kerabat dan relasinya," kata orator.

Massa mencontohkan salah satunya anggaran gamis dan jilbab yang nilainya Rp 1 miliar lebih.

Tentunya demonstran menganggap hal tersebut juga sarat dengan dugaan korupsi.

"Tidak sampai di situ, bupati di sana juga mengucurkan anggaran senilai Rp 120 miliar yang kita tidak pernah tau untuk apa," ucap orator lagi.

Dia menjelaskan, anggaran Rp 120 miliar itu dibagi untuk tiap-tiap kecamatan, masing-masing Rp 5 miliar.

Namun sampai sejauh ini peruntukannya dibebaskan dan tidak jelas kaitan laporan pertanggungjawabannya.

"Bayangkan saja tiap kecamatan Rp 5 miliar, dan ada satu kecamatan di Toili yang infonya belum resmi dimekarkan oleh Kemendagri tapi sudah mendapat anggaran tersebut," kata orator.

Dana yang dimaksud disebutnya sebagai bansos, padahal aturan Kemendagri sudah jelas tidak boleh ada bansos jelang pilkada.

Padahal, dalam perjalanannya, anggaran bansos itu dibahas pada tahun 2023, lalu rencananya akan dieksekusi pada 2025. Dan tertuang dalam aturan Perbub.

Ini kan kacau, ternyata tahun 2024 sudah dicairkan. Ada apa? Sementara semangat Pak Presiden Prabowo kita harus bersihkan korupsi dan supaya semangat itu juga sama dijunjung tinggi oleh KPK," katanya.



Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Duel Sengit! Argentina Ditahan Tanjung Verde 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time

Duel Sengit! Argentina Ditahan Tanjung Verde 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time

Argentina gagal mengamankan kemenangan dalam waktu normal setelah bermain imbang 1-1 melawan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung ketat memaksa kedua tim melanjutkan duel hingga babak perpanjangan waktu.

4 Jul 20261 menit
Baca artikel
Dapur MBG Libur Sementara, Pekerja SPPG Bertahan Hidup dengan Kerja Sampingan

Dapur MBG Libur Sementara, Pekerja SPPG Bertahan Hidup dengan Kerja Sampingan

Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pekerja yang bergantung pada upah harian kini mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

4 Jul 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
kaisar4dtoto slot gacor terpercayataruma4d slot maxwin