
Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (4/6). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 1,70 persen ke level 5.839, sementara nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh posisi terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah meningkatnya sentimen global dan kekhawatiran investor.
JAKARTA – Pasar saham dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (4/6). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,70 persen atau turun 101 poin ke level 5.839, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global serta gejolak geopolitik yang masih berlangsung. Sentimen tersebut mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Baca Juga: Bobby Nasution Gandeng OJK Percepat Program 3 Juta Rumah di Sumatera Utara
Sejalan dengan pelemahan pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga mengalami tekanan. SLOT TERPERCAYA Rupiah tercatat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, mencerminkan tingginya permintaan terhadap mata uang dolar AS yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian global.
Pelemahan rupiah turut dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS di pasar internasional. Selain itu, arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik juga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang Garuda.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi kontributor utama penurunan IHSG. Aksi jual yang terjadi di berbagai sektor, terutama perbankan, teknologi, dan komoditas, membuat indeks bergerak di zona merah sepanjang perdagangan hingga penutupan pasar.
Pelaku pasar juga mencermati berbagai data ekonomi global serta arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia. Tingginya suku bunga global dinilai masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan modal internasional dan menekan aset-aset di negara berkembang.
Baca Juga: Ali Syakieb Resmikan SPPG Margahayu Selatan 004, Ajak Mitra Perbaiki Kekurangan Program MBG
Meski demikian, sejumlah analis menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Stabilitas sektor perbankan, pertumbuhan ekonomi domestik, serta kondisi fiskal yang terjaga dinilai dapat menjadi faktor penopang pasar dalam jangka menengah hingga panjang.
Pemerintah dan Bank Indonesia diperkirakan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan secara cermat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. LINK ALTERNATIF DYNASTY4DTOTO Investor pun diimbau tetap mencermati perkembangan global dan domestik sebelum mengambil keputusan investasi di tengah tingginya volatilitas pasar.
source: IHSG Anjlok 1,70 Persen ke 5.839, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi sasaran pencurian. Sejumlah peralatan dapur dan perlengkapan operasional, mulai dari kuali hingga genset, dilaporkan hilang. Polisi telah menangkap pelaku dan masih mendalami kasus tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kinerja penerimaan pajak yang tumbuh kuat menjadi salah satu faktor utama yang menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap terkendali. Menurutnya, data penerimaan negara menunjukkan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam jalur yang sehat.



