LiputanHot News

Iran Mulai Proses Transisi Kekuasaan Usai Kematian Khamenei

SBTim Redaksi SATU BERITA
1 Maret 20265 menit baca
Ilustrasi artikel: Iran Mulai Proses Transisi Kekuasaan Usai Kematian Khamenei

Iran Mulai Proses Transisi Kekuasaan Usai Kematian Khamenei

Republik Islam Iran resmi mengumumkan mekanisme transisi kepemimpinan pasca-laporan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Khamenei dilaporkan terbunuh pada Sabtu (28/2) dini hari waktu setempat. Kondisi ini membuat otoritas Iran harus melakukan transisi kekuasaan.

Melansir Al Jazeera, Kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan bahwa sebuah dewan beranggotakan tiga orang akan mengambil alih seluruh tugas kepemimpinan negara untuk sementara waktu.

Dewan transisi ini dibentuk guna menjaga stabilitas pemerintahan dan keamanan nasional Iran di tengah eskalasi konflik yang sedang berlangsung.

Sesuai dengan protokol konstitusi dalam kondisi darurat, ketiga pejabat tertinggi yang akan memimpin jalannya pemerintahan adalah:

1. Presiden Iran: Sebagai kepala eksekutif yang menjalankan roda pemerintahan sehari-hari.

2. Ketua Mahkamah Agung (Kepala Kehakiman): Sebagai representasi otoritas hukum tertinggi.

3. Ahli Hukum Dewan Garda: Perwakilan dari lembaga ulama senior yang bertugas memastikan kebijakan tetap selaras dengan prinsip-prinsip negara.

Dewan ini memegang mandat penuh untuk mengelola urusan negara hingga pemilihan atau penunjukan Pemimpin Tertinggi yang baru dilakukan oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts).

Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kekosongan kekuasaan (power vacuum) yang dapat memicu ketidakpastian politik di dalam negeri.

Konstitusi Iran telah mengatur proses suksesi apabila Pemimpin Tertinggi meninggal dunia. Dalam mekanisme tersebut, kekuasaan sementara akan dipegang oleh sebuah dewan yang terdiri dari tiga orang, yakni Presiden Iran, Kepala Kehakiman, serta satu ulama dari Dewan Garda (Guardian Council).

Pihak otoritas di Teheran menegaskan bahwa seluruh fungsi kedaulatan tetap berjalan normal di bawah pengawasan dewan tiga serangkai tersebut, meskipun tekanan militer dari luar negeri belum mereda.


Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
kaisar4dtotoBanner promo OasisTogel dengan hadiah togel dan slot online