Kapal Nelayan Meledak di Pelabuhan Paotere Makassar

Kapal Nelayan Meledak di Pelabuhan Paotere Makassar
Sebuah kapal nelayan meledak di dermaga Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2). Sepuluh anak buah kapal (ABK) termasuk juragan kapal terluka.
"Iya benar, kapal nelayan meledak saat akan masuk ke Pelabuhan Paotere," kata Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil saat dikonfirmasi, Selasa (3/2).
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 04.30 WITA. Saat itu kapal nelayan yang dinakhodai oleh Culli Daeng Ewa bersama sembilan ABK, tiba-tiba meledak saat kapal akan memasuki kawasan pelabuhan. Seluruh korban melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
"Ledakan tersebut diduga bermula salah satu ABK menyalakan mesin kapal yang digunakan untuk penerangan. Kemudian terlihat kilatan depan kapal hingga menjalar ke mesin kapal, setelah itu terjadinya ledakan," ungkapnya.
Akibat peristiwa tersebut, nakhoda kapal beserta 9 ABK mengalami luka-luka dengan tingkat yang berbeda-beda.
Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Seluruh korban saat ini dirawat di RS untuk mendapatkan perawatan dan observasi medis lebih lanjut," katanya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab ledakan di kapal nelayan tersebut.
"Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti terjadinya ledakan, sekaligus mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan para saksi," jelasnya.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Argentina gagal mengamankan kemenangan dalam waktu normal setelah bermain imbang 1-1 melawan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung ketat memaksa kedua tim melanjutkan duel hingga babak perpanjangan waktu.
Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pekerja yang bergantung pada upah harian kini mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.



