Kapal Nelayan Meledak di Pelabuhan Paotere Makassar

Kapal Nelayan Meledak di Pelabuhan Paotere Makassar
Sebuah kapal nelayan meledak di dermaga Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2). Sepuluh anak buah kapal (ABK) termasuk juragan kapal terluka.
"Iya benar, kapal nelayan meledak saat akan masuk ke Pelabuhan Paotere," kata Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil saat dikonfirmasi, Selasa (3/2).
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 04.30 WITA. Saat itu kapal nelayan yang dinakhodai oleh Culli Daeng Ewa bersama sembilan ABK, tiba-tiba meledak saat kapal akan memasuki kawasan pelabuhan. Seluruh korban melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
"Ledakan tersebut diduga bermula salah satu ABK menyalakan mesin kapal yang digunakan untuk penerangan. Kemudian terlihat kilatan depan kapal hingga menjalar ke mesin kapal, setelah itu terjadinya ledakan," ungkapnya.
Akibat peristiwa tersebut, nakhoda kapal beserta 9 ABK mengalami luka-luka dengan tingkat yang berbeda-beda.
Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Seluruh korban saat ini dirawat di RS untuk mendapatkan perawatan dan observasi medis lebih lanjut," katanya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab ledakan di kapal nelayan tersebut.
"Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti terjadinya ledakan, sekaligus mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan para saksi," jelasnya.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


