LiputanHot News

Kenapa Indonesia Kirim Ribuan Pasukan ISF ke Jalur Gaza?

SBTim Redaksi SATU BERITA
21 Februari 20266 menit baca
Ilustrasi artikel: Kenapa Indonesia Kirim Ribuan Pasukan ISF ke Jalur Gaza?

Kenapa Indonesia Kirim Ribuan Pasukan ISF ke Jalur Gaza?

Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi Indonesia akan mengirimkan 8 ribu pasukan untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza Palestina jika diperlukan.

Pasukan ISF merupakan bagian dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menjaga Jalur Gaza Palestina selepas hancur imbas agresi brutal Israel

Dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) di Washington, Amerika Serikat, Kamis (19/2), Prabowo mengatakan Indonesia siap mengerahkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam pasukan stabilisasi internasional demi memastikan perdamaian di Jalur Gaza melalui BoP dapat berjalan dengan efektif.

"Di Gaza, capaian gencatan senjata adalah nyata, dan kami menyambut baik hal tersebut. Karena itu, kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi dengan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo dalam pidatonya dihadapan Presiden Donald Trump dan pemimpin negara anggota BoP lainnya.

Selepas rapat, Prabowo menuturkan pengiriman pasukan RI ke Gaza ini akan berlangsung paling cepat dalam

"Kita siap (kirim pasukan ISF). Mungkin ya kelompok-kelompok advanced mungkin tidak lama lah mungkin satu sampai dua bulan ini," ujar Prabowo usai menghadiri rapat Board of Peace di Washington, AS, Kamis (19/2).

Dalam konferensi pers terpisah pada Jumat (20/2), Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga bicara soal peran pasukan RI sebagai ISF di Jalur Gaza, yang ia pastikan tidak akan melancarkan operasi militer.

"Kita juga sudah sampaikan ke ISF bahwa pasukan kita tidak melakukan operasi militer, kemudian tidak melakukan pelucutan senjata, kita juga tidak melakukan apa yang disebutkan sebagai demiliterisasi," ucap Sugiono.

"Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak, terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana," paparnya menambahkan.

Indonesia bahkan menjadi lima negara pertama yang terbuka menyatakan kesediaan mengirim pasukan untuk bergabung dengan ISF di Jalur Gaza.

Mengenai titik pengerahan, Sugiono membenarkan bahwa personel RI akan ditempatkan terlebih dahulu di wilayah Rafah, Gaza selatan, dengan rincian teknis dan operasional lebih lanjut akan ditetapkan kemudian.

Tentara berpengalaman dan dihormati

Ini bukan kali pertama Indonesia mengirim pasukan menjaga perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Selama ini, Indonesia juga aktif mengirim pasukan untuk bergabung dengan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di berbagai wilayah konflik.

Terhitung sejak 1957 pasukan Indonesia sudah berada di Terusan Suez di tengah konflik Israel dan negara-negara Arab.

Sejumlah pengamat menyebut, pasukan Indonesia di Timur Tengah bukan hanya berpengalaman tapi juga dihormati.





Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
dynasty4dtototaruma4d