
Militer China dilaporkan mengusir kapal perang Belanda yang melintas di wilayah Laut China Selatan setelah dituduh memasuki area sensitif. Insiden ini kembali menambah ketegangan di salah satu jalur laut paling diperebutkan di dunia.
Ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat setelah militer China melaporkan telah mengusir kapal perang milik Belanda yang melintas di kawasan tersebut. Kapal tersebut disebut berada di wilayah yang dianggap sensitif oleh Beijing sehingga memicu tindakan pengawalan ketat dari pasukan China.
Dalam laporan yang beredar, kapal perang Belanda dituding melakukan pelayaran di area yang diklaim berada dalam pengawasan China. Menanggapi hal tersebut, militer China mengerahkan kapal patroli untuk memberikan peringatan dan meminta kapal asing itu meninggalkan wilayah tersebut.
Baca Juga: Tegang, China Usir Kapal Perang Belanda di Laut China Selatan
China menegaskan bahwa setiap aktivitas militer asing di kawasan Laut China Selatan akan terus dipantau karena dianggap berpotensi mengganggu stabilitas keamanan regional. Mereka juga menyatakan bahwa langkah pengusiran dilakukan demi menjaga kedaulatan wilayah yang mereka klaim.
Di sisi lain, sejumlah negara Barat termasuk Belanda selama ini menganggap Laut China Selatan sebagai jalur pelayaran internasional yang bebas dilalui sesuai hukum laut internasional. Perbedaan pandangan ini sering memicu ketegangan antara China dan negara-negara Eropa maupun Amerika Serikat.
Baca Juga: Balas Serangan AS, Iran Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz
Insiden ini kembali menambah daftar panjang ketegangan militer di Laut China Selatan yang hingga kini masih menjadi salah satu kawasan sengketa paling sensitif di dunia.
source: Dituduh Menyusup, Kapal Perang Belanda Diusir Militer China
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Polda Metro Jaya berhasil memanen sekitar 3.000 telur dari budidaya di Bekasi dan menyalurkannya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dukungan terhadap program pemenuhan gizi masyarakat.
Pengadilan di Kamboja menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada enam warga negara China atas kasus pembunuhan seorang mahasiswa asal Korea Selatan. Kasus ini menjadi perhatian internasional karena melibatkan warga dari tiga negara berbeda.



