
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengingatkan jajarannya agar berhati-hati dalam menerapkan KUHP dan KUHAP baru yang mulai berlaku. Ia menekankan pentingnya ketelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penegakan hukum, terutama dalam kasus korupsi.
"“Pembalap sehebat Valentino Rossi atau Marc Márquez, meski sudah juara dunia, masih bisa jatuh saat di tikungan.” — Setyo Budiyanto"
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan bahwa perubahan sistem hukum pidana dan acara pidana melalui KUHP dan KUHAP baru menuntut adaptasi serius dari seluruh jajaran KPK. DATA HK LOTTO Ia meminta agar setiap proses penanganan perkara dilakukan dengan sangat hati-hati dan sesuai aturan baru yang berlaku.
Dalam sebuah kegiatan internal KPK, Setyo menegaskan bahwa meskipun lembaga tersebut sudah berpengalaman dalam menangani kasus korupsi, kesalahan dalam penerapan aturan baru tetap bisa terjadi jika tidak cermat.
Baca Juga: Kebakaran SPPG di Bogor Diduga Dipicu Kebocoran Gas Saat Ganti Tabung
Ia kemudian menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan pentingnya kehati-hatian dalam bekerja di bawah sistem baru. LIVE DRAW HK Menurutnya, bahkan pembalap dunia seperti Valentino Rossi dan Marc Márquez yang sudah sangat berpengalaman pun masih bisa terjatuh jika tidak berhati-hati di lintasan.
Baca Juga: Balita di Bekasi Tewas Tragis, Diduga Dihabisi Pamannya Sendiri
KPK menilai perubahan regulasi ini perlu diiringi dengan konsolidasi internal, termasuk penyesuaian dalam proses penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan agar tetap sesuai dengan ketentuan hukum terbaru. Lembaga antirasuah itu juga memastikan tetap menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum dengan prinsip kehati-hatian dan kepastian hukum.
source: Ketua KPK Hati-Hati Adopsi KUHP Baru, Singgung Rossi dan Marquez
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pandeglang, Banten. Langkah ini diambil karena ditemukan sejumlah pelanggaran standar operasional, mulai dari fasilitas dapur yang tidak memenuhi syarat hingga masalah instalasi pengolahan limbah.
Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengalami amblas cukup dalam hingga menyebabkan gangguan lalu lintas menuju arah Depok. Kondisi ini membuat sebagian badan jalan tidak bisa dilalui dan memicu kemacetan di sekitar lokasi. Kejadian tersebut diduga dipicu oleh kondisi struktur tanah dan saluran bawah jalan yang sudah tidak stabil.



