LiputanWorld News

Kim Jong Un Ngamuk, Pecat Wakil PM Korut saat Pidato di Depan Pejabat

SBTim Redaksi SATU BERITA
20 Januari 20267 menit baca
Ilustrasi artikel: Kim Jong Un Ngamuk, Pecat Wakil PM Korut saat Pidato di Depan Pejabat

Kim Jong Un Ngamuk, Pecat Wakil PM Korut saat Pidato di Depan Pejabat

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memecat wakilnya, Wakil Perdana Menteri Yang Sung Ho dan melontarkan kritik keras terhadap para pejabat yang disebutnya "tidak kompeten" pada Selasa (20/1).

Menurut laporkan Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Wakil PM Yang Sung Ho dipecat "di tempat" saat Kim Jong Un membacakan pidatonya yang mengecam para pejabat pimpinan yang "tidak bertanggung jawab, tidak sopan, dan tidak kompeten."

"Tolong, Kamerad Wakil Perdana Menteri, mengundurkan diri atas kemauan sendiri selagi masih bisa, sebelum semuanya terlambat," kata Kim Jong Un dalam pidatonya.

Kim Jong Un menyebut Yang "tidak layak untuk dipercayai menjalankan tugas-tugas berat."

"Singkatnya, ini seperti memasang gerobak pada seekor kambing, sebuah kesalahan yang terjadi dalam proses penunjukan kader kami," jelas Kim Jong Un.

"Pada akhirnya, yang menarik gerobak adalah sapi, bukan kambing," paparnya menambahkan.

Dikutip AFP, Kim Jong Un dikenal kerap menegur pejabat yang dianggap malas atau salah kelola kebijakan ekonomi. Namun, pemecatan yang dilakukan secara terbuka seperti ini sangat jarang terjadi.

Saat meninjau peresmian kompleks mesin industri pada Senin, Kim Jong Un mengecam para kader yang "terlalu lama terbiasa dengan sikap menyerah, tidak bertanggung jawab, dan pasif".

Kim Jong Un juga mendesak percepatan perubahan untuk mengatasi "keterbelakangan ekonomi yang telah berlangsung selama berabad-abad" dan membangun ekonomi modern serta maju yang mampu "menjamin masa depan negara kita secara kokoh".

Foto-foto yang dirilis Pyongyang memperlihatkan Kim Jong Un dengan ekspresi tegas saat menyampaikan pidato di lokasi acara di Provinsi Hamgyong, di wilayah timur laut Korea Utara itu, dengan para pekerja mengenakan seragam hijau dan topi abu-abu seragam.

Menurut pengamat Korut dari University of North Korean Studies, Yang Moo Jin, kompleks industri baru tersebut merupakan bagian dari sabuk manufaktur mesin besar yang menghubungkan wilayah timur laut hingga Wonsan di selatan. Kompleks ini "menyumbang sekitar 16 persen dari total produksi mesin Korea Utara."

Sementara itu, pemecatan terbuka Yang oleh Kim Jong Un mencerminkan kasus-kasus sebelumnya, seperti pemecatan pamannya sendiri, Jang Song Thaek, yang juga dieksekusi pada 2013 lalu.

Kim Jong Un mengeksekusi pamannya sendiri setelah Jang dituduh merencanakan penggulingan kekuasaan.

"(Kim Jong Un) menggunakan akuntabilitas publik sebagai taktik kejut untuk memperingatkan para pejabat partai," kata Yang Moo Jin kepada AFP.

Pyongyang tengah bersiap menggelar kongres pertama partai berkuasa dalam lima tahun, yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Kebijakan ekonomi, serta perencanaan pertahanan dan militer, diperkirakan menjadi agenda utama.

Bulan lalu, Kim Jong Un berjanji akan memberantas "kejahatan" dalam sebuah pertemuan besar jajaran elite Pyongyang.

Media pemerintah tidak merinci hal tersebut, namun menyebut partai berkuasa telah mengungkap sejumlah "penyimpangan" disiplin baru-baru ini, sebuah eufemisme untuk korupsi.







Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Dasco Optimistis Rupiah Menguat, Masyarakat Diimbau Kurangi Simpan Dolar

Dasco Optimistis Rupiah Menguat, Masyarakat Diimbau Kurangi Simpan Dolar

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu bergantung pada kepemilikan dolar AS. Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan menunjukkan penguatan dalam waktu dekat seiring langkah-langkah yang tengah disiapkan pemerintah.

11 Jun 20261 menit
Baca artikel
SBY Minta Prabowo Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Kenaikan Harga BBM

SBY Minta Prabowo Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Kenaikan Harga BBM

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Prabowo Subianto memastikan masyarakat tetap terlindungi dari dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar beban ekonomi rakyat tidak semakin berat.

11 Jun 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
dynasty4dtoto slot gacor hari inioasistogel slot online gacor