Lampung Selatan Genjot Pembangunan SPPG di Daerah 3T untuk Perkuat Layanan Gizi

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T sebagai upaya pemerataan akses gizi dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses layanan gizi bagi masyarakat di daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Sekretaris Daerah Lampung Selatan Supriyanto menyebut pembangunan SPPG menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah kepulauan serta pelosok desa.
Baca Juga: Temukan Tas Berisi Rp531 Juta di Toilet SPBU, Pria Ini Malah Lakukan Hal Tak Terduga
Pemerintah daerah telah menyiapkan tambahan fasilitas SPPG di beberapa titik wilayah 3T, seperti Pulau Sebuku, Pulau Sebesi, Pulau Harimau, dan Kecamatan Sragi. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Selain meningkatkan layanan gizi, program ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Bahan pangan dan tenaga kerja diupayakan berasal dari warga sekitar agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Baca Juga: Presiden Korsel Murka Dua Warganya Ditahan Israel, Singgung Penangkapan Netanyahu
Hingga saat ini, ratusan SPPG telah beroperasi di Lampung Selatan dengan sebagian besar sudah memenuhi standar kelayakan dan sertifikasi higiene sanitasi. Pemerintah menargetkan perluasan fasilitas ini terus berlanjut untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
source: Lampung Selatan percepat pembangunan SPPG di wilayah 3T
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Ledakan tabung gas terjadi di wilayah Jakarta Barat dan mengakibatkan lima orang mengalami luka bakar. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh Rp17.677 per dolar AS. Ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintah serta gejolak global disebut menjadi faktor utama pelemahan mata uang Indonesia.



