Lubok Pusaka Porak-Poranda, Banjir Bandang Sapu Bersih Hampir Seluruh Desa

SBTim Redaksi SATU BERITA
10 Desember 20256 menit baca
Ilustrasi artikel: Lubok Pusaka Porak-Poranda, Banjir Bandang Sapu Bersih Hampir Seluruh Desa

Aceh Utara, tampak luluh lantak setelah banjir bandang menerjang.

Desa Lubok Pusaka di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara menjadi simbol kehancuran yang dialami oleh sejumlah komunitas di wilayah Aceh pasca banjir bandang yang menerjang beberapa hari terakhir. Hampir seluruh desa tersebut — diperkirakan hingga 95% — luluh lantak, dengan rumah-rumah, infrastruktur, dan lahan pertanian rusak parah.

Warga yang selamat kini tinggal di lokasi pengungsian darurat. Banyak di antara mereka kehilangan seluruh harta benda: rumah, sawah, bahkan dokumen penting. Kondisi ini diperparah oleh akses yang terputus akibat jalan dan jembatan rusak, serta ketiadaan layanan dasar seperti air bersih, listrik, dan layanan medis.

Di Kabupaten Nagan Raya, setidaknya 36 hektare sawah rusak, dan 1.975 hektare kebun masyarakat dilaporkan rusak berat. kurang dari 1.807 unit rumah warga terdampak — terdiri atas 487 rumah rusak berat, 283 rusak sedang, dan 1.043 rusak ringan. publik juga porak-poranda: puluhan sekolah, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, rumah ibadah, dan jembatan mengalami kerusakan berat. Di wilayah terdampak lain seperti Aceh Tamiang, lebih dari 262.000 jiwa warga terpaksa mengungsi. Sebagian besar masih kesulitan mendapatkan air bersih dan kebutuhan dasar lainnya

Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban tewas akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra — termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat — telah mencapai 914 jiwa (per 6 Desember 2025). Dari angka itu, Aceh menyumbang korban jiwa paling besar dibanding provinsi lain.

Selain korban jiwa, ribuan warga dilaporkan hilang atau masih dalam pencarian, banyak yang terjebak di tengah tumpukan lumpur, kayu, dan reruntuhan. Di sejumlah lokasi, warga memilih “bertahan hidup” dengan air yang terkontaminasi, rawan penyakit.

Salah satu rumah sakit di Aceh Tamiang bahkan dilaporkan lumpuh total — alat medis rusak, stok obat habis, banyak pasien tidak tertangani

Menanggapi bencana ini, pemerintah daerah di Aceh telah menetapkan status darurat bencana selama 14 hari, sejak 28 November hingga 11 Desember 2025. Langkah ini diambil untuk mempercepat koordinasi penanganan bencana di 14 kabupaten/kota terdampak.

Pemerintah pusat bersama instansi terkait juga mulai membuka kembali akses jalan dan jembatan yang terputus — prioritas utama agar bantuan, logistik, dan tim penyelamat bisa menjangkau daerah-daerah terisolasi.

Di sisi lain, kebutuhan dasar warga — seperti air bersih, makanan, pakaian, obat-obatan — tetap mendesak. Banyak korban masih tinggal di pengungsian yang jauh dari layak huni. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan intensif melakukan distribusi bantuan, tapi rute akses sulit membuat penyaluran berjalan lambat

Dampak bencana tidak selesai saat air surut. Kehilangan rumah dan lahan pertanian berarti kehilangan mata pencaharian. Tanpa solusi cepat, puluhan ribu keluarga bisa kehilangan sumber pendapatan utama — pertanian dan perkebunan.

Sektor pendidikan juga terhenti di banyak daerah: puluhan sekolah rusak, ujian harus ditunda, aktivitas belajar mengajar lumpuh sementara. Anak-anak dan remaja berada di masa krusial, namun harus menghadapi trauma dan ketidakpastian

Distribusi bantuan segera: air bersih, makanan, obat-obatan, pakaian — prioritas utama bagi korban yang masih di pengungsian.Percepatan rehabilitasi infrastruktur supaya akses, transportasi, dan distribusi bantuan bisa berjalan lancar.Dukungan jangka panjang: program pemulihan ekonomi bagi warga — bantuan modal, lahan baru, pekerjaan alternatif bila pertanian sulit dipulihkan.Perhatian terhadap pendidikan dan psikososial: trauma pasca-bencana perlu ditangani, sekolah perlu segera dibuka kembali atau difasilitasi alternatif agar anak-anak bisa melanjutkan belajar.Evaluasi penyebab & mitigasi jangka panjang: memperhatikan lingkungan, pengelolaan hutan dan kawasan rawan bencana supaya tragedi serupa tidak terulang.

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Dudung Apresiasi Inovasi Burger Singkong dan Jamur, Jadi Andalan Dapur MBG di Malang

Dudung Apresiasi Inovasi Burger Singkong dan Jamur, Jadi Andalan Dapur MBG di Malang

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memberikan apresiasi terhadap inovasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah burger berbahan dasar singkong dan mikroprotein jamur yang dinilai memiliki cita rasa dan kandungan gizi yang baik.

13 Jun 20261 menit
Baca artikel
Ketika Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Suara Kritik Menggema dari Kampus

Ketika Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Suara Kritik Menggema dari Kampus

Gelombang aksi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan, mahasiswa kembali mengambil peran sebagai kelompok yang menyuarakan kritik serta tuntutan perubahan melalui demonstrasi dan gerakan advokasi.

13 Jun 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
kaisar4dtoto slot gacor terpercayadynasty4dtoto slot gacor hari ini