
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sejumlah bahaya jika perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran terus berlanjut.
Menurut Luhut, konflik tersebut berpotensi terus berlanjut karena Iran hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Ia memandang Iran sebagai bangsa pejuang (fighter). Luhut mengetahui Iran merupakan bangsa yang tidak pernah dijajah selama ribuan tahun.
Kondisi masyarakat Iran yang telah menghadapi embargo selama hampir empat dekade dinilai juga menjadi suatu ketahanan yang kuat dari negara tersebut.
Kekuatan persenjataan Iran juga menjadi faktor penting yang menentukan konflik ini akan berlangsung lama.
Ia menyinggung kemampuan roket dan drone Iran yang menjadi salah satu kunci dalam dinamika perang ini.
Luhut pun menilai perang yang berkepanjangan ini bisa memicu tekanan pada ekonomi global.
Ia mencontohkan potensi dampaknya terhadap China yang selama ini mengandalkan pasokan energi dari beberapa negara seperti Iran, Venezula, dan Rusia.
Menurut dia, apabila konflik ini berlarut, pasokan energi ke China dapat terganggu yang berujung pada lukanya perekonomian Negeri Tirai Bambu.
"Jadi ini pertikaian strategis dunia yang kita harus amati dengan baik dan dampaknya pada ekonomi, juga ekonomi China akan juga luka," kata Luhut dikutip dari unggahan di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan pada Jumat (6/3).
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



