Marissa Anita Gugat Cerai Andrew Trigg Usai 17 Tahun Rumah Tangga

Marissa Anita resmi menggugat cerai suaminya, Andrew Trigg, setelah hampir 17 tahun menikah. Gugatan sudah masuk pengadilan dan sidang perdana akan digelar dalam waktu dekat. Unggahan terbaru Marissa di media sosial ikut jadi sorotan karena diduga mencerminkan kondisi perasaannya.
Aktris sekaligus jurnalis Marissa Anita resmi menggugat cerai suaminya, Andrew Trigg, setelah membina rumah tangga selama kurang lebih 17 tahun. Gugatan tersebut telah didaftarkan ke pengadilan dan kini menunggu proses persidangan pertama yang dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.
Kabar perceraian ini mengejutkan publik karena pasangan tersebut selama ini dikenal harmonis dan jarang terlibat gosip. Meski begitu, pihak Marissa belum memberikan keterangan detail mengenai alasan gugatan cerai diajukan.
Di tengah kabar tersebut, unggahan terbaru Marissa di media sosial ikut menjadi sorotan. Ia memamerkan sebuah foto bertuliskan “Yodahlah Tablet”, yang dianggap sebagian warganet sebagai bentuk candaan sekaligus sindiran halus terkait kondisi rumah tangganya.
Hingga kini kedua belah pihak masih bungkam dan memilih menyelesaikan persoalan secara legal di pengadilan. Publik menantikan perkembangan sidang selanjutnya untuk mengetahui kelanjutan perpisahan pasangan ini.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memberikan apresiasi terhadap inovasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah burger berbahan dasar singkong dan mikroprotein jamur yang dinilai memiliki cita rasa dan kandungan gizi yang baik.
Gelombang aksi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan, mahasiswa kembali mengambil peran sebagai kelompok yang menyuarakan kritik serta tuntutan perubahan melalui demonstrasi dan gerakan advokasi.



