Mendagri Sebut 97 Persen Huntara Korban Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Pemerintah mencatat progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Sumatera telah mencapai 97 persen.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyampaikan bahwa progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di wilayah Sumatera telah mencapai 97 persen. Capaian ini menunjukkan percepatan penanganan pengungsi yang terdampak bencana di sejumlah daerah.
Baca Juga: Sambil Bawa Panci, Aliansi Perempuan Indonesia Demo di Kebon Sirih Tuntut Harga BBM Turun
Pembangunan huntara dilakukan sebagai langkah darurat untuk memastikan para korban memiliki tempat tinggal sementara yang layak sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan permanen. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mempercepat penyelesaian sisa pembangunan di lapangan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi seperti air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan tetap terpenuhi selama masa transisi. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Baca Juga: Ribuan Warga Malaysia Rela Antre Hingga 2 Kilometer Demi Kesempatan Kerja
Pemerintah menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga agar dapat kembali beraktivitas normal.
source: Mendagri Ungkap Progres Huntara Korban Bencana Sumatera: 97% Sudah Dibangun
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Ketua Paguyuban Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kudus, Wahyu Widodo, menegaskan pemanggilan 78 mitra oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus bukan merupakan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran, melainkan proses sinkronisasi dan validasi data terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pekerja yang bergantung pada upah harian kini mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Seekor tapir yang sempat viral karena berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Mesuji, Lampung, berakhir tragis setelah diburu dan disembelih oleh warga. Polisi telah menangkap empat orang yang diduga terlibat, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.





