Minibus Kecelakaan Maut di Majalengka, Tiga Orang Tewas

Minibus Kecelakaan Maut di Majalengka, Tiga Orang Tewas
Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Panjalu - Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh RT 004 RW 001, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, pada hari Senin (23/3), sekitar pukul 23.05 WIB malam.
Dalam kecelakaan itu, tiga orang pemudik asal Karawang dan Ciamis, meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Informasi unit Laka, 3 tewas, 5 luka berat dan 13 luka ringan," ujar Kasi Humas Polres Majalengka, AKP Yayan Suripna, saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).
Kecelakaan tunggal ini dialami kendaraan Isuzu Elf Microbus nomor polisi Z 7012 CN. Menurut berdasarkan olah tempat kejadian, kendaraan Isuzu Elf Microbus nomor polisi Z 7012 CN melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing.
Dugaan sementara sopir mengantuk sehingga menyebabkan kendaraan oleng lalu masuk ke dalam parit. Kondisi jalan di lokasi kejadian konturnya menurun dan menikung.
"Kendaraan Isuzu Elf Microbus nomor polisi Z 7012 CN dalam keadaan terguling di dalam parit," kata Yayan.
Berdasarkan keterangan korban selamat, sebelum terjadi kecelakaan, saksi melihat pengemudi tampak kelelahan. Tidak lama kemudian saksi mendengar teriakan penumpang dan melihat pengemudi berusaha menghindari sepeda motor dan mobil yang berada di depan kendaraan.
"Sopir kemudian membanting setir ke arah kanan, yang akhirnya menyebabkan kendaraan mengalami kecelakaan," katanya
AKP Yayan menuturkan pengemudi baru pertama kali melalui jalur Panjalu - Cikijing. Pengemudi diduga kurang menguasai medan jalan.
Dalam kecelakaan ini, dari 21 penumpang, tiga diantaranya meninggal di lokasi kejadian, 5 orang mengalami luka berat. Korban luka ringan tercatat ada 13 orang.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah investor global tercatat melepas kepemilikan saham maupun surat berharga Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, pergerakan suku bunga, serta perubahan strategi investasi internasional.
Yana Priatna, pemilik sekaligus pengelola Emeralda Resort, dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh sejumlah konsumen yang mengaku mengalami kerugian total mencapai Rp117 miliar. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan permasalahan investasi dan pengelolaan unit properti yang belum menemukan penyelesaian.



