
Liburnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa jeda sekolah membuat sejumlah pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur menghadapi tekanan keuangan. Mereka mengaku kesulitan membayar cicilan bank karena pemasukan berhenti sementara, sementara kewajiban finansial tetap berjalan.
Penghentian sementara distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah menimbulkan dampak bagi sejumlah pengelola dapur SPPG di Jawa Timur. Tidak adanya kegiatan produksi dan distribusi membuat arus kas usaha terhenti, sementara berbagai kewajiban operasional tetap harus dipenuhi.
Baca Juga: Hwasa MAMAMOO Ungkap Sempat Tak Percaya Dapat Pujian Langsung dari CEO Nvidia
Banyak pengelola mengaku sebelumnya mengajukan pinjaman perbankan untuk membangun dan melengkapi fasilitas dapur sesuai standar program MBG. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan peralatan memasak, kendaraan distribusi, renovasi bangunan, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Ketika program memasuki masa jeda, pemasukan dari layanan MBG ikut berhenti. Kondisi ini membuat sejumlah mitra harus mencari sumber dana alternatif untuk menutupi biaya rutin seperti cicilan bank, pembayaran gaji pegawai, biaya listrik, hingga perawatan peralatan dapur.
Baca Juga: Puluhan Drone Serbu Langit Moskow, Operasional Empat Bandara Sempat Lumpuh
Para pengelola berharap adanya solusi atau skema kebijakan yang dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha selama masa libur berlangsung. Mereka menilai kepastian jadwal operasional dan pembayaran sangat penting agar investasi yang telah dikeluarkan tetap dapat memberikan hasil sesuai perencanaan.
Di sisi lain, keberadaan dapur MBG selama ini tidak hanya melibatkan pengelola, tetapi juga tenaga kerja lokal dan pemasok bahan pangan. Karena itu, gangguan terhadap operasional dapur turut berdampak pada berbagai pihak yang bergantung pada aktivitas program tersebut.
source: Program MBG Libur, Pengelola Dapur SPPG di Jatim Kelimpungan Bayar Cicilan Bank
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Federasi Olahraga Biliar Indonesia (FOBI) terus memperkuat peran dalam pengembangan olahraga biliar di Tanah Air. Melalui pembinaan atlet muda dan penyelenggaraan kompetisi resmi, FOBI berupaya mendorong lahirnya atlet yang lebih profesional dan berdaya saing tinggi.
TNI Angkatan Darat memberikan penjelasan terkait sorotan publik mengenai ajudan yang mengawal seorang Komandan Resor Militer (Danrem) saat mengikuti Jogja Marathon tanpa mengenakan nomor peserta (bib). TNI AD menegaskan pengawalan tersebut dilakukan dalam rangka tugas pengamanan terhadap pejabat yang sedang bertugas mengikuti kegiatan publik.



