LiputanHot News

Pakta New START Hangus, AS-Rusia Bisa Bebas Bikin Senjata Nuklir Lagi

SBTim Redaksi SATU BERITA
5 Februari 20266 menit baca
Ilustrasi artikel: Pakta New START Hangus, AS-Rusia Bisa Bebas Bikin Senjata Nuklir Lagi

Pakta New START Hangus, AS-Rusia Bisa Bebas Bikin Senjata Nuklir Lagi

Perjanjian pengendalian perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, New START (Strategic Arms Reduction Treaty), akan habis masa berlaku pada hari ini, Kamis (5/2).

Perjanjian itu membatasi jumlah hulu ledak nuklir dan rudal yang bisa dikerahkan masing-masing pihak hingga 1.550 unit, dan hanya mengizinkan maksimal 700 rudal darat atau laut yang mampu membawa senjata tersebut.

New START ditandatangani Presiden AS saat itu Barack Obama dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev pada 2010.

Namun, hingga saat ini, Presiden AS Donald Trump tampak tidak berniat memperpanjang perjanjian yang dapat menghindari perlombaan senjata nuklir AS-Rusia itu. Ia bahkan sempat mengatakan akan membiarkan tenggat waktu perjanjian tersebut berlalu.

"Jika berakhir, ya berakhir saja," kata dia pada Januari, dikutip ABC News.

Namun, Trump juga disebut-sebut ingin menengahi kesepakatan baru yang mencakup China.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan perjanjian itu harus melibatkan China.

"Untuk mewujudkan pengendalian senjata yang sesungguhnya di abad ke-21, mustahil untuk melakukan sesuatu yang tidak melibatkan China karena persediaan senjata mereka yang sangat besar dan terus bertambah dengan cepat," kata Rubio pada Rabu (4/2) saat konferensi pers, dikutip USA Today.

Komunitas internasional termasuk Paus Leo XIV bahkan mendesak agar kesepakatan pengendalian nuklir itu tak berakhir.

Pada September lalu, Rusia sempat menyatakan akan mematuhi perjanjian tersebut jika AS melakukan hal yang sama. Namun, hingga pertengahan Januari tak ada tanggapan apapun lagi soal kesepakatan itu.

Para ahli mewanti-wanti jika tak ada perpanjangan atau perjanjian baru berpotensi memunculkan perlombaan senjata yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin.

Akademisi Australia, Tilman Ruff, mengatakan jika kesepakatan berakhir bisa memicu "perlombaan senjata lebih cepat."

Direktur eksekutif Arms Control Association, Daryl Kimball, juga mengatakan jika tidak ada kesepakatan baru yang tercapai, ini bisa membuka pintu penumpukan senjata nuklir tanpa batas.

"Ada kemungkinan bahwa AS dan Rusia, untuk pertama kalinya dalam 35 tahun, mulai meningkatkan jumlah hulu ledak yang dimuat pada rudal jarak jauh atau pesawat pembom," kata Kymball.





Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Duel Sengit! Argentina Ditahan Tanjung Verde 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time

Duel Sengit! Argentina Ditahan Tanjung Verde 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time

Argentina gagal mengamankan kemenangan dalam waktu normal setelah bermain imbang 1-1 melawan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung ketat memaksa kedua tim melanjutkan duel hingga babak perpanjangan waktu.

4 Jul 20261 menit
Baca artikel
Dapur MBG Libur Sementara, Pekerja SPPG Bertahan Hidup dengan Kerja Sampingan

Dapur MBG Libur Sementara, Pekerja SPPG Bertahan Hidup dengan Kerja Sampingan

Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pekerja yang bergantung pada upah harian kini mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

4 Jul 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
oasistogel slot online gacortaruma4d slot maxwin