Pemkab Demak Berikan Trauma Healing untuk Siswa Korban Keracunan MBG

Pemerintah Kabupaten Demak memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Kabupaten Demak mulai memberikan layanan trauma healing bagi para siswa yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi mental dan mengurangi rasa takut para siswa pasca kejadian.
Pendampingan dilakukan oleh tim psikolog dan tenaga kesehatan dengan memberikan motivasi, permainan edukatif, hingga konseling ringan kepada siswa terdampak. Pemerintah daerah menilai pemulihan psikologis penting agar para siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Baca Juga: Polri Siapkan 166 SPPG, Presiden Dijadwalkan Resmikan di Tuban
Selain trauma healing, Pemkab Demak juga terus memantau kondisi kesehatan para siswa yang sempat menjalani perawatan akibat gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing. Sebagian besar siswa dilaporkan mulai membaik dan telah kembali beraktivitas secara normal.
Kasus keracunan MBG di sejumlah daerah sebelumnya menjadi perhatian publik dan memicu evaluasi terhadap proses pengolahan serta distribusi makanan. Pemerintah daerah berharap kejadian serupa tidak kembali terulang demi menjaga keamanan program pangan bergizi bagi pelajar.
"“Pemulihan bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga memastikan anak-anak kembali merasa aman dan nyaman untuk belajar.”"
source: Pemkab Demak berikan trauma healing siswa keracunan MBG
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah investor global tercatat melepas kepemilikan saham maupun surat berharga Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, pergerakan suku bunga, serta perubahan strategi investasi internasional.
Yana Priatna, pemilik sekaligus pengelola Emeralda Resort, dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh sejumlah konsumen yang mengaku mengalami kerugian total mencapai Rp117 miliar. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan permasalahan investasi dan pengelolaan unit properti yang belum menemukan penyelesaian.



