prabowo-dan-putin-sepakat-perkuat-kerja-sama-keamanan-dan-stabilitas-kawasan

prabowo-dan-putin-sepakat-perkuat-kerja-sama-keamanan-dan-stabilitas-kawasan
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin Sepakat untuk memperkuat kerja sama keamanan dan stabilitas kawasan dalam pertemuan bilateral di Istana Kremlin, Rusia,.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, kedua negara memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keamanan global dan menciptakan stabilitas kawasan yang lebih kondusif.
"Secara politis kedua negara sepakat untuk terus melakukan upaya-upaya dalam rangka memperkuat struktur multilateral, kemudian menghormati, melakukan upaya-upaya untuk mencapai perdamaian," ujar Sugiono dalam keterangannya lewat YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/4/2026).
Selain itu, kata Sugiono, kedua negara juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip perdamaian dalam menyelesaikan berbagai konflik global.
"Kemudian juga yang pasti kaitannya dengan keamanan dan kestabilan kawasan di mana semuanya harus bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik khususnya antara Indonesia dan Rusia," paparnya.
Selain isu keamanan, kata Sugiono, Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut juga menyoroti peluang peningkatan kerja sama di berbagai sektor, khususnya ekonomi. Ia menekankan pentingnya melanjutkan dan memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin dengan baik.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memberikan apresiasi terhadap inovasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah burger berbahan dasar singkong dan mikroprotein jamur yang dinilai memiliki cita rasa dan kandungan gizi yang baik.
Gelombang aksi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan, mahasiswa kembali mengambil peran sebagai kelompok yang menyuarakan kritik serta tuntutan perubahan melalui demonstrasi dan gerakan advokasi.



