
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
"“Kita tidak bisa semua jadi ASN. Indonesia harus punya lebih banyak anak muda yang berani jadi pengusaha dan membuka lapangan kerja.” — Prabowo Subianto"
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda Indonesia tidak menjadikan profesi aparatur sipil negara (ASN) sebagai satu-satunya tujuan karier. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha muda untuk memperkuat ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja baru.
Dalam pidatonya, Prabowo menilai pola pikir sebagian anak muda yang ingin menjadi ASN perlu diubah. Ia mengatakan negara tidak akan maju jika seluruh generasi mudanya hanya ingin bekerja di sektor pemerintahan.
Baca Juga: Prabowo Semprot Kinerja Bea Cukai, Minta Sri Mulyani Copot Pejabat yang Tak Becus
“Kita tidak bisa semua jadi ASN. Harus banyak yang jadi pengusaha,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan sektor wirausaha memiliki peran besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja. Ia juga menyoroti pentingnya keberanian anak muda untuk berinovasi dan membangun usaha sendiri di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Menurutnya, negara-negara maju umumnya memiliki jumlah pengusaha yang besar dibanding total populasi. Karena itu, pemerintah ingin mendorong lahirnya lebih banyak entrepreneur muda di Indonesia melalui berbagai dukungan program ekonomi dan pembiayaan usaha.
Baca Juga: Pemerintah Bergerak Cepat Bebaskan WNI yang Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan Gaza
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik, terutama di tengah tingginya minat masyarakat terhadap seleksi ASN setiap tahunnya. Banyak anak muda dinilai masih melihat pekerjaan ASN sebagai profesi paling aman dan stabil dibanding sektor usaha mandiri.
source: Prabowo minta tak semua anak muda jadi ASN, harus jadi pengusaha
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


