
Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan awal pekan dan berada di level sekitar Rp17.696 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar global dan sentimen ekonomi yang masih dinamis.
Nilai tukar rupiah tercatat menguat pada perdagangan awal pekan dengan posisi sekitar Rp17.696 per dolar Amerika Serikat (AS). SLOT TERPERCAYA Penguatan ini menunjukkan adanya perbaikan sementara setelah sebelumnya rupiah sempat mengalami tekanan di pasar global.
Baca Juga: Hercules Batal Datangi Rumah Ahmad Bahar, GRIB Jaya Pilih Tempuh Jalur Polisi
Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk ekspektasi suku bunga global, arus modal asing, serta kondisi geopolitik internasional yang masih tidak stabil. LOGIN OASIS Sentimen tersebut membuat nilai tukar rupiah cenderung bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.
Bank Indonesia disebut terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga volatilitas rupiah agar tetap terkendali, termasuk melalui kebijakan suku bunga dan intervensi di pasar valuta asing.
Baca Juga: Model Yeo Yeon-hee Buka Suara Soal Rumor Kencan dengan Chef Son Jong-won
Meski mengalami penguatan pada awal perdagangan, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat serta kondisi ekonomi global yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah ke depan.
source: Rupiah pada Senin pagi menguat jadi Rp17.696 per dolar AS
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Setelah Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan seorang wanita di Bandung, berhasil ditangkap aparat kepolisian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan nasib sayembara senilai Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan bagi pihak yang membantu mengungkap keberadaan pelaku.
Timnas Indonesia dipastikan tidak akan berpartisipasi pada cabang sepak bola putra Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menegaskan bahwa absennya Indonesia disebabkan regulasi baru yang diterapkan oleh penyelenggara Asian Games bersama AFC dan OCA.



