
Jakarta - Tawuran antardua kelompok di Tangerang Selatan memakan korban. Seorang pria dilaporkan alami luka parah akibat insiden tersebut. "Korban MEQ, laki-laki alami luka bacok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Sabtu (12/10/2024).
Jakarta - Tawuran antardua kelompok di Tangerang Selatan memakan korban. Seorang pria dilaporkan alami luka parah akibat insiden tersebut.
"Korban MEQ, laki-laki alami luka bacok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Sabtu (12/10/2024).
Ade Ary menerangkan, Polsek Pondok Aren telah melakukan penyelidikan. Hingga kini, ada dua orang saksi yang telah dimintai keterangan, salah satunya adalah sekuriti perumahan.
Kepada polisi, sekuriti yang saat itu sedang bertugas melihat gerombolan orang mengendarai sepeda motor secara berboncengan di Jalan Raya Camar Pinguin, Pondok Betung, Tangerang Selatan pada Jumat 11 Oktober 2024 sekira 20.45 WIB
"Kurang lebih jumlahnya 20 orang sambil membawa senjata tajam," ujar dia.
Ade Ary mengatakan, beberapa orang dari gerombolan orang terlibat tawuran. Akibatnya, satu orang alami luka-luka. Diduga, akibat terkena serangan senjata tajam.
"Beberapa orang melakukan tawuran, dan ada satu orang korban yang terkena senjata tajam," ujar dia.
Ade Ary mengatakan, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Pondok Aren. Saat ini, sedang dalam penanganan. "Kasus ditangani Polsek Pondok Aren," tandas dia
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memberikan apresiasi terhadap inovasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah burger berbahan dasar singkong dan mikroprotein jamur yang dinilai memiliki cita rasa dan kandungan gizi yang baik.
Gelombang aksi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan, mahasiswa kembali mengambil peran sebagai kelompok yang menyuarakan kritik serta tuntutan perubahan melalui demonstrasi dan gerakan advokasi.



