Seni Menjinakkan Mobil Hybrid di Libur Natal dan Tahun Baru: Haramnya Gigi Netral hingga Trik Ban Hemat BBM

SBTim Redaksi SATU BERITA
17 Desember 20254 menit baca
Ilustrasi artikel: Seni Menjinakkan Mobil Hybrid di Libur Natal dan Tahun Baru: Haramnya Gigi Netral hingga Trik Ban He…

Seni Menjinakkan Mobil Hybrid di Libur Natal dan Tahun Baru: Haramnya Gigi Netral hingga Trik Ban Hemat BBM

Di tengah euforia liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru), fenomena menarik terekam dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Penjualan mobil hybrid di Tanah Air tercatat meledak secara fenomenal hingga 7.511 persen dalam lima tahun terakhir. Angka fantastis ini menandakan satu hal: masyarakat Indonesia mulai meninggalkan ketergantungan mutlak pada bensin dan beralih ke teknologi ramah lingkungan. Namun, memiliki mobil hybrid—baik itu Mild Hybrid (MHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), maupun Plug-in Hybrid (PHEV)—bukan jaminan perjalanan otomatis irit. Tanpa pemahaman teknis yang benar, teknologi canggih ini bisa jadi sia-sia di tangan pengemudi yang salah. Memahami Karakter Tiga "Nyawa" Pasar otomotif kini dibanjiri tiga varian hybrid. MHEV hadir dengan baterai kecil sebagai "asisten" mesin bensin. HEV menawarkan efisiensi mandiri lewat pengisian baterai otomatis saat pengereman. Sementara PHEV, sang primadona dengan baterai besar, mampu melaju dalam mode listrik murni sebelum mesin bensin mengambil alih di rute luar kota. Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, mengingatkan bahwa kecanggihan ini butuh perlakuan khusus. "Perawatan berkendara adalah kunci agar seluruh fitur pendukung seperti pengereman regeneratif dan mode eco driving dapat berfungsi maksimal untuk menekan konsumsi energi," ujarnya.

Hankook Tire merilis panduan krusial bagi pemilik mobil hybrid yang hendak melibas rute jarak jauh: 1. Pantangan Gigi Netral di Turunan Ini adalah kesalahan paling fatal. Banyak pengemudi menggeser tuas ke posisi Netral (N) dengan harapan irit BBM. Pada mobil hybrid, ini justru "haram". Posisi netral mematikan sistem pengereman regeneratif, sehingga baterai tidak terisi ulang saat mobil melambat. Biarkan mobil melaju dengan gigi masuk agar energi kinetik terpanen kembali menjadi listrik. 2. Suhu Adalah “Koentji” Sistem pendinginan pada mobil hybrid lebih kompleks karena melayani mesin dan baterai. Hankook menyarankan penggantian cairan pendingin setiap 40.000 km. Pastikan suhu mesin terjaga di angka 80-100 derajat Celcius. Jangan lupa memeriksa konektor kabel inverter dari karat yang bisa menghambat efisiensi daya. 3. Manajemen Kecepatan dan Mode EV Gunakan fitur cruise control di jalan tol untuk menjaga kestabilan, namun hindari saat hujan lebat atau jalanan curam. Bagi pengguna PHEV, aktifkan EV Mode saat macet di dalam kota atau kecepatan rendah. Syaratnya, pastikan kapasitas baterai minimal berada di level 40 persen agar sistem bekerja optimal. 4. Ban: Penentu 23 Persen Efisiensi Sering diabaikan, padahal ban menyumbang hingga 23 persen dari total konsumsi bahan bakar lewat hambatan gulir (rolling resistance). Ban dengan tekanan kurang akan memperberat kerja motor listrik dan menguras baterai lebih cepat.


Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Investor Asing Ramai Lepas Aset Indonesia, Ini Faktor yang Mendorong Aksi Jual

Investor Asing Ramai Lepas Aset Indonesia, Ini Faktor yang Mendorong Aksi Jual

Arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah investor global tercatat melepas kepemilikan saham maupun surat berharga Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, pergerakan suku bunga, serta perubahan strategi investasi internasional.

9 Jun 20261 menit
Baca artikel
Bos Emeralda Resort Dilaporkan ke Polda Jabar, Konsumen Klaim Rugi hingga Rp117 Miliar

Bos Emeralda Resort Dilaporkan ke Polda Jabar, Konsumen Klaim Rugi hingga Rp117 Miliar

Yana Priatna, pemilik sekaligus pengelola Emeralda Resort, dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh sejumlah konsumen yang mengaku mengalami kerugian total mencapai Rp117 miliar. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan permasalahan investasi dan pengelolaan unit properti yang belum menemukan penyelesaian.

9 Jun 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
oasistogel slot online gacortaruma4d slot maxwin