Sukanto Tanoto Melesat Jadi Orang Terkaya ke-2 di Indonesia

Sukanto Tanoto Melesat Jadi Orang Terkaya ke-2 di Indonesia
Harta taipan Sukanto Tanoto melesat menjadi orang terkaya nomor dua di Indonesia.
Berdasarkan data dari Bloomberg Billionaires Index pada Rabu (11/2), kekayaan Sukanto tembus US$23,3 miliar.
Jika dirupiahkan dengan kurs Rp16.780, kekayaan Sukanto tembus Rp390,98 triliun
Kekayaan Sukanto melesat sebanyak US$42,4 juta atau setara Rp711,48 miliar dibandingkan Selasa (10/2) yang masih di kisaran US$23,26 miliar.
Kekayaan itu juga membuatnya menjadi orang terkaya nomor dua di Indonesia dan nomor 113 dunia saat ini.
Harta Sukanto berada di bawah Prajogo Pangestu yang berada di peringkat 71 dunia dengan kekayaan sebesar US$34,1 miliar atau setara Rp572,2 triliun.
Sementara itu, Harta Sukanto berada di atas Low Tuck Kwong, taipan yang berada di peringkat 135 orang terkaya dunia dengan kekayaan US$19,9 miliar atau setara Rp333,92 triliun.
Kekayaan itu juga berada jauh di atas Robert Budi Hartono yang berada di posisi 156 orang terkaya dunia dengan kekayaan US$17,7 miliar atau Rp297 triliun.
Selanjutnya, Anthoni Salim yang menempati posisi orang terkaya dunia nomor 179 memiliki kekayaan US$16,5 miliar atau Rp276,87 triliun.
Mengutip Forbes Real Time Billionaires, Sukanto Tanoto merupakan pemilik Royal Golden Eagle (RGE) grup perusahaan yang berlokasi di Singapura. Bisnisnya berada di bidang pulp dan kertas, serat viscose, minyak sawit, serta operasi energi di Indonesia, China, Brasil, Kanada, Spanyol, dan Malaysia.
Perusahaan Bracell yang berbasis di Brasil merupakan salah satu produsen selulosa khusus terbesar di dunia. Produk dari perusahaan ini digunakan dalam berbagai produk mulai dari tisu bayi hingga es krim.
Selain itu, perusahaan lain dalam grup tersebut, yakni APRIL memproduksi pulp, kertas, dan karton.
Akar bisnis milik Sukanto bermula pada tahun 1967 ketika dirinya membuka toko suku cadang motor sederhana yang dikenal sebagai Toko Motor.
Tanoto memasuki bisnis tisu pada tahun 2023 dengan mengakuisisi OL Papeis di Brasil. Ia juga mengambil alih produsen kertas tisu yang terdaftar di Hong Kong, Vinda, dalam kesepakatan senilai US$3,3 miliar atau setara Rp55,37 triliun pada tahun 2024.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


