Supplier Bahan Makan Bergizi Gratis di Kendal Labrak Dapur MBG Yang Nunggak Hingga 4 Bulan

Supplier Bahan Makan Bergizi Gratis di Kendal Labrak Dapur MBG Yang Nunggak Hingga 4 Bulan
Masalah penunggakan pembayaran di program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, SITUS SLOT GACOR dan kali ini terjadi di Kabupaten Kendal. Sejumlah pemasok bahan makanan mendatangi dapur SPPG Protomulyo 1 untuk menagih kejelasan pembayaran yang disebut sudah tertunda cukup lama, yang jumlahnya bahkan mencapai ratusan juta rupiah. SLOT GACOR MAXWIN Situasi di lokasi sempat memanas karena para supplier merasa hak mereka belum dipenuhi, padahal bahan makanan sudah terus mereka kirim untuk kebutuhan dapur. Akibat dari unjuk rasa ini membuat aktivitas operasional ikut terganggu, hingga akhirnya dilakukan mediasi antara pihak terkait untuk mencari jalan keluar atas tunggakan yang terjadi. Penunggakan ini diketahui sudah berlangsung hingga sekitar empat bulan, yang tentu memberatkan pihak pemasok karena mereka harus terus menanggung biaya produksi di awal. SLOT TERPERCAYA 2026 Akibatnya, operasional SPPG Protomulyo 1 pun sempat dihentikan sementara, dan persoalan pembayaran ini harus segera diselesaikan karena bisa berdampak langsung pada kelancaran distribusi program MBG di daerah tersebut
Lihat Berita Lainnya
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


