Tawuran di Jalan Pangeran Jayakarta Seorang Remaja Tewas karena Tersandung Bambu

Remaja berinisial MFFS (16) ditemukan tewas saat tawuran di Jalan Pangeran Jayakarta, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Minggu (8/9/2024). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kejadian tersebut bermula saat terjadi tawuran antara kelompok Mangga Besar XII dengan Pecah Kulit.
Remaja berinisial MFFS (16) ditemukan tewas saat tawuran di Jalan Pangeran Jayakarta, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Minggu (8/9/2024).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kejadian tersebut bermula saat terjadi tawuran antara kelompok Mangga Besar XII dengan Pecah Kulit.
"Kelompok lawannya menyerang balik hingga kelompok korban mundur ke Jalan Mangga Besar XIII," kata dia saat dihubungi Senin (9/9/2024).
Saat MFFS berlari, dia tersandung bambu yang dia bawa. Hal tersebut menyebabkan MFFS terjatuh.
"Setelah korban terjatuh, salah seorang dari kelompok lawan menyabetkan senjata tajam yang dibawanya," kata Ade Ary.
Menurut Ade Ary, MFFS mengalami luka pada bagian kepala. Dia sempat ditinggalkan pelaku di lokasi sebelum akhirnya dibawa ke RSUK Sawah Besar.
"Namun sesampainya di RSUK Sawah Besar korban dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.
Ade Ary menyebut, polisi sedang memburu pelaku pembacokan MFFS. Saat ini, kasus tersebut ditangani Polsek Sawah Besar.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul evaluasi terkait operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pihak menilai terdapat potensi pemborosan anggaran yang nilainya disebut bisa mencapai Rp 1 triliun per bulan apabila tata kelola program tidak segera diperbaiki.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan konflik dengan Iran telah memasuki fase akhir dan mengumumkan pembatalan rencana serangan militer besar yang sebelumnya disiapkan. Keputusan tersebut disebut diambil setelah adanya perkembangan dalam jalur diplomasi antara kedua negara.



