Tersangka Pembunuh Gadis Penjual Gorengan Ditangkap

Polisi berhasil menangkap tersangka pembunuh gadis penjual gorengan inisial IS di Padang Pariaman, Kamis (19/9). "Alhamdulillah. Sudah tertangkap," kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir kepada wartawan.
Polisi berhasil menangkap tersangka pembunuh gadis penjual gorengan inisial IS di Padang Pariaman, Kamis (19/9).
"Alhamdulillah. Sudah tertangkap," kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir kepada wartawan.
Dia bilang tersangka IS ditangkap sore sekitar pukul 15.50 WIB. Saat ini tersangka sedang dalam perjalanan menuju kantor polisi.
"Tersangka dalam perjalanan dari lokasi penangkapan menuju Polres," ujar Ahmad Faisol
Informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, keberadaan IS diketahui berdasarkan laporan dari warga. IS disebut ditangkap di wilayah Padang Kabau, Nagari Kayu Tanam.
Penangkapan IS terjadi pada hari ke-11 pencariannya sejak ditetapkan sebagai tersangka.
Selama itu pula polisi menyisir sejumlah tempat, termasuk perbukitan yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku.
Terakhir, polisi mempersempit wilayah pencarian dalam kawasan hutan yang ada di empat Nagari di Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam. Empat Nagari tersebut adalah Nagari Guguak, Kayu Tanam, Anduriang dan Kapalo Hilalang.
Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman ditemukan tewas terkubur dalam kondisi tangan terikat dan tanpa busana pada Minggu petang.
Kuat dugaan, remaja perempuan yang sehari-hari menjual gorengan keliling kampung itu menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Argentina gagal mengamankan kemenangan dalam waktu normal setelah bermain imbang 1-1 melawan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung ketat memaksa kedua tim melanjutkan duel hingga babak perpanjangan waktu.
Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pekerja yang bergantung pada upah harian kini mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.



