Tragedi Pacet Mojokerto: Perempuan Ditemukan Dimutilasi Jadi 65 Bagian

Seorang perempuan asal Lamongan, berinisial TAS (25), ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Pacet, Mojokerto. Jasadnya dimutilasi hingga 65 potongan dan dibuang di semak-semak.
Warga Dusun Pacet Selatan, Mojokerto, digegerkan oleh penemuan potongan tubuh manusia pada Minggu, 7 September 2025. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui korban adalah seorang perempuan muda berinisial TAS (25), asal Lamongan.
Tim forensik memastikan bahwa tubuh korban telah dimutilasi menjadi 65 potongan, mulai dari bagian kecil hingga besar, yang tersebar di sekitar lokasi penemuan. Kondisi ini membuat proses identifikasi memakan waktu cukup lama.
Menurut keterangan keluarga, TAS sempat dinyatakan hilang sejak beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan. Kabar hilangnya korban pertama kali beredar melalui media sosial dan grup keluarga, hingga akhirnya berujung pada kabar tragis ini.
Pihak kepolisian saat ini telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, termasuk orang terdekat korban. Dugaan sementara, pelaku memiliki perencanaan matang mengingat proses mutilasi yang dilakukan sangat rapi dan terstruktur.
Kapolres Mojokerto menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus mutilasi sadis ini, serta menelusuri kemungkinan adanya lebih dari satu pelaku. Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan mutilasi di Indonesia yang memicu ketakutan sekaligus keprihatinan masyarakat.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Argentina gagal mengamankan kemenangan dalam waktu normal setelah bermain imbang 1-1 melawan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung ketat memaksa kedua tim melanjutkan duel hingga babak perpanjangan waktu.
Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pekerja yang bergantung pada upah harian kini mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.



