Viral! Pengadilan atas Kematian Maradona Ditunda hingga 2025

SBTim Redaksi SATU BERITA
15 September 20243 menit baca
Ilustrasi artikel: Viral! Pengadilan atas Kematian Maradona Ditunda hingga 2025

Persidangan terhadap delapan petugas kesehatan yang didakwa dalam kasus kematian legenda sepak bola, Diego Maradona, kembali mengalami penundaan. Persidangan yang awalnya dijadwalkan pada Oktober 2024 kini ditunda hingga Maret 2025. Penundaan ini terjadi setelah pengadilan di San Isidro, sebuah kota di pinggiran Buenos Aires, mengabulkan permintaan tiga dari delapan terdakwa.

Persidangan terhadap delapan petugas kesehatan yang didakwa dalam kasus kematian legenda sepak bola, Diego Maradona, kembali mengalami penundaan. Persidangan yang awalnya dijadwalkan pada Oktober 2024 kini ditunda hingga Maret 2025.
Penundaan ini terjadi setelah pengadilan di San Isidro, sebuah kota di pinggiran Buenos Aires, mengabulkan permintaan tiga dari delapan terdakwa.

Sebelumnya, persidangan ini juga sempat dijadwalkan untuk dimulai pada 4 Juni 2024, tetapi diundur ke 1 Oktober mendatang sebelum akhirnya ditetapkan tanggal baru, yakni 11 Maret 2025.

Kedelapan terdakwa, termasuk ahli bedah saraf, psikolog, psikiater, serta perawat yang terlibat dalam perawatan Diego Maradona, dihadapkan pada tuduhan “pembunuhan karena kelalaian".

Mereka dituduh gagal merawat Diego Maradona dengan baik ketika dia pulih dari operasi hingga menyebabkan kematian.

Kematian Maradona pada usia 60 tahun mengguncang dunia sepak bola dan memicu kontroversi terkait penanganan medis yang ia terima.

Delapan tenaga medis dianggap bertanggung jawab atas kematian Maradona yang meninggal pada 25 November 2020 akibat gagal jantung, hanya beberapa hari setelah menjalani operasi otak.

Hanya beberapa hari setelah kematiannya, jaksa memulai penyelidikan terhadap tenaga medis yang terlibat dalam perawatan Maradona. Hasilnya, pengadilan memutuskan seharusnya Maradona memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup dengan perawatan yang memadai.

Pada April 2022, jaksa meminta agar hakim membawa delapan tenaga medis yang sedang diselidiki tersebut ke pengadilan umum.

Jika terbukti bersalah, para terdakwa dapat menghadapi hukuman penjara antara delapan hingga 25 tahun.

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Prabowo Sebut Program MBG Sangat Penting bagi Rakyat Kecil

Prabowo Sebut Program MBG Sangat Penting bagi Rakyat Kecil

Jumlah korban tewas akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza terus bertambah dan kini mencapai 72.769 jiwa sejak konflik pecah pada Oktober 2023.

19 Mei 20261 menit
Baca artikel
BGN Pastikan Relawan SPPG Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

BGN Pastikan Relawan SPPG Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Badan Gizi Nasional memastikan seluruh relawan SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis akan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama bertugas.

18 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
Banner promo OasisTogel dengan hadiah togel dan slot onlinekaisar4dtoto