Warga Minta Sampah Numpuk di Ciputat Diangkut, Bukan Cuma Ditutup Terpal

Warga Minta Sampah Numpuk di Ciputat Diangkut, Bukan Cuma Ditutup Terpal
Tumpukan sampah di sekitar flyover Ciputat, Tangerang Selatan ditutupi terpal agar tidak bau. Warga berharap sampah-sampah itu segera diangkut, bukan sekadar ditutup pakai terpal.
Seorang pedagang es cendol di sekitar flyover Ciputat, Rita, mengaku sering melihat warga yang sengaja membuang sampah. Rita sering kali melarang pembuangan sampah sembarang, tapi tak semua pelakunya membawa balik kresek sampah yang dibawa.
Rita menjelaskan bau dari tumpukan sampah membuat pedagang di sekitar lokasi sepi pembeli. Menurutnya, pembeli tak ada yang mau makan di tempat sekitar lokasi
Seharusnya tadi kan ditaruh (ke) karung, langsung naikin ke mobil. Ternyata cuman ditutup terpal. Kan belum jelas ya. Kalau hari ini nggak ada bau menyengat lalat nggak ada. Hari ini baunya nggak ada, lalatnya pada keluar," ujarnya.
Warga lain bernama Rosyid juga berharap tidak lagi yang membuang sampah di sekitar flyover Ciputat. Dia menyebut warga yang membuang sampah mencoreng nama Ciputat.
"Sampah ini kan salah satu, yang pertama saya bilang tadi aib. Yang buangnya siapa? Entar yang dicaci makinya siapa? Ya kan. Kita selesaikan bersama, damai, ya," kata Rosyid.
"Makanya, maaf, warga Ciputat jangan buang sampah sembarangan supaya Ciputat itu sehat dan bersih dan lancar," sambung Rosyid.
Rosyid berharap pemerintah segera bisa mengangkat sampah tersebut. Dia juga berharap sampahnya tidak meluas.
"Pemerintah harus refleks lah. Harus cepat-cepat dibersihkan. Supaya tidak meluas," ujarnya.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


