
Sebuah warung mi babi di Sukoharjo menjadi sorotan usai didemo warga sekitar. Pengelola akhirnya memberikan respons terkait polemik yang viral di media sosial.
Sebuah warung mi babi di Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah didatangi dan didemo sejumlah warga. Aksi tersebut viral di media sosial dan memicu beragam komentar dari netizen.
Warga disebut mempersoalkan keberadaan warung yang menjual menu berbahan babi di lingkungan sekitar. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga mendatangi lokasi sambil meminta penjelasan kepada pihak pengelola usaha.
Baca Juga: Prabowo Akui Sedih Banyak Pejabat Menyelewengkan Uang Rakyat
Menanggapi polemik tersebut, pihak pengelola warung akhirnya buka suara. Mereka menegaskan bahwa usaha tersebut telah mencantumkan informasi menu nonhalal secara jelas kepada pelanggan dan tidak memiliki niat menyinggung warga sekitar.
Pengelola juga mengaku siap berdialog dengan warga serta mengikuti aturan yang berlaku agar situasi tetap kondusif. Sementara itu, aparat setempat disebut turut melakukan mediasi guna mencegah konflik berkepanjangan.
Baca Juga: Sukses Turunkan Berat Badan, Penampilan Kim Min Ha Jadi Sorotan Warganet
Kasus ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen menyoroti pentingnya toleransi dan komunikasi antara pelaku usaha dengan masyarakat sekitar agar kejadian serupa tidak kembali memicu ketegangan.
source: Warung Mi Babi Sukoharjo Didemo Warga, Pengelola Respons Begini
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


