LiputanHot News

WNA Ngamuk karena Speaker Tadarus di Gili Trawangan Ternyata Overstay

SBTim Redaksi SATU BERITA
22 Februari 20265 menit baca
Ilustrasi artikel: WNA Ngamuk karena Speaker Tadarus di Gili Trawangan Ternyata Overstay

WNA Ngamuk karena Speaker Tadarus di Gili Trawangan Ternyata Overstay

WNA (warga negara asing) perempuan yang sempat viral karena mengamuk di sebuah mushala di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTT), terungkap tinggal di Indonesia melebihi batas izin visa alias overstay.

Temuan ini terungkap setelah pihak Imigrasi dibantu Satreskrim Polres Lombok Utara melakukan pengecekan status kewarganegaraan pasca-kejadian onar yang dilakukannya pada Rabu (18/2) malam.

"Yang bersangkutan sudah dibawa ke kantor imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait izin tinggalnya yang overstay," ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP I Komang Wilandra, Minggu (22/2), seperti dilansir Antara

Aksi ML sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah rekaman videonya tersebar luas. Ia nekat mendatangi mushala setempat karena merasa terganggu dengan pengeras suara yang digunakan warga untuk aktivitas tadarusan selama bulan suci Ramadhan.

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi ML tidak hanya sebatas protes lisan. ML diduga merusak mikrofon yang tengah digunakan warga untuk mengaji.

Ia merampas ponsel salah satu warga yang berusaha merekam aksinya. Saat pengurus dusun mendatangi kediamannya untuk meminta ponsel warga dikembalikan, ML justru menolak dan mengancam warga menggunakan sebilah parang.

Petugas telah memberikan pengertian kepada ML bahwa tadarusan adalah bagian dari ibadah rutin umat Muslim, terutama di bulan Ramadan. Namun, sikap konfrontatifnya justru membongkar status ilegalnya di tanah air.

Terungkapnya status overstay ML seolah melengkapi catatan negatif keluarganya di mata warga lokal. ML diketahui tinggal di sebuah vila milik orang tuanya di Gili Trawangan.

Ironisnya, orang tua ML dikabarkan sudah lebih dahulu diusir oleh warga setempat akibat perilaku yang juga kerap memicu konflik.

Saat akan dijemput oleh tim gabungan Imigrasi dan Polri, ML sempat bersikap tertutup dan enggan menemui rombongan.

Namun, setelah melalui negosiasi yang alot dengan pembatasan jumlah personel yang masuk, bule tersebut akhirnya bersedia dibawa ke kantor imigrasi.

Demi mencegah terjadinya gesekan susulan antara warga lokal dan pihak keluarga WNA tersebut, pihak kepolisian kini menyiagakan personel di sekitar mushala dan vila tempat tinggal ML.

"Kami memberikan pengamanan di sekitar lokasi pasca-kejadian untuk memastikan situasi tetap kondusif," tambah AKP Komang Wilandra.

Kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh pihak Imigrasi untuk menentukan langkah deportasi atau sanksi hukum lainnya sesuai dengan pelanggaran izin tinggal yang ditemukan.


Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
taruma4dBanner promo OasisTogel dengan hadiah togel dan slot online