Rusia Ogah Rilis Bukti Serangan ke Kediaman Putin, Ukraina: Tuduhan Palsu!

· 3 min read
Rusia Ogah Rilis Bukti Serangan ke Kediaman Putin, Ukraina: Tuduhan Palsu!

Kremlin menganggap serangan drone, yang diklaimnya didalangi oleh Ukraina, terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di Novgorod sebagai "aksi teroris", namun menolak untuk merilis bukti guna memperkuat tuduhannya.

Otoritas Kyiv mengatakan tidak ada "bukti yang masuk akal" soal serangan drone terhadap salah satu kediaman Putin tersebut. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut tuduhan Rusia itu sebagai "tuduhan palsu", yang dilontarkan Moskow untuk mengganggu proses perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

Kremlin dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (31/12/2025), mengatakan bahwa pihaknya menganggap serangan drone Ukraina terhadap kediaman Putin sebagai "aksi teroris" dan "serangan personal terhadap Putin".

Namun Kremlin juga menyatakan bahwa mereka tidak akan merilis bukti atas serangan tersebut, dengan alasan semua drone itu telah ditembak jatuh. Dikatakan oleh Kremlin bahwa upaya Ukraina dan media Barat untuk menyangkal insiden tersebut adalah "gila".


Saya rasa tidak perlu ada bukti jika serangan drone besar-besaran seperti itu terjadi, yang, berkat kerja sama yang baik dari sistem pertahanan udara, telah ditembak jatuh," ucap juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan dalam panggilan telepon pada Selasa (30/12) waktu setempat.

Dia menambahkan bahwa Rusia akan "memperkeras" sikap negosiasinya dalam perundingan untuk mengakhiri perang Ukraina setelah serangan drone yang dibantah oleh Kyiv tersebut. Moskow juga menyatakan bahwa militernya telah memilih "bagaimana, kapan, dan di mana" untuk membalas serangan Kyiv tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andriy Sybiga, dalam pernyataan terpisah, menuduh Rusia sengaja melemparkan tuduhan palsu untuk memanipulasi proses perdamaian yang sedang berlangsung.

"Hampir sehari berlalu, dan Rusia masih belum memberikan bukti yang masuk akal atas tuduhan mereka tentang dugaan 'serangan terhadap kediaman Putin' oleh Ukraina. Dan mereka tidak melakukannya. Karena memang tidak ada. Tidak ada serangan seperti itu yang terjadi," tegas Sybiga pada Selasa (30/12).

Sementara Zelensky, saat berbicara kepada wartawan, mengatakan bahwa sekutu-sekutu Ukraina memiliki kemampuan untuk memverifikasi bahwa tuduhan Rusia soal serangan drone terhadap kediaman Putin merupakan tuduhan palsu.

"Mengenai serangan di Valdai, tim negosiasi kami telah terhubung dengan tim Amerika, mereka telah membahas detailnya, dan kami memahami bahwa itu palsu. Dan, tentu saja, mitra-mitra kami selalu dapat memverifikasi berkat kemampuan teknis mereka bahwa itu adalah palsu," tegas Zelensky.

Logo
Copyright © 2026 Satu Berita. All rights reserved.