197,000 anak dibawah umur jadi korban judol, akan menjadi apa penerus bangsa kita

Penyakit berjudi masih menjadi penyakit masyarakat Indonesia yang sulit untuk dihilangkan. Hal tersebut pun mendorong peningkatan transaksi judi online yang sangat fantastis. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sepanjang semester I 2024 nilai transaksi judi online di Indonesia telah mencapai Rp100 triliun.
Indonesia mampu mengalahkan total penjudi online Kamboja dan Filipina, yang dimana kedua negara tersebut dikenal sebagai pusat server judi online.
Mirisnya, penjudi online di Indonesia terdapat usia anak-anak hingga remaja. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap sebanyak 197 ribu anak dan remaja di Indonesia bermain judi online. Nilai transaksi judi online yang melibatkan anak dan remaja mencapai Rp293,4 miliar.
Secara keseluruhan, dari usia kurang dari 11 tahun hingga 19 tahun terdapat 197.054 peserta atau anak, dengan total deposit (depo) Rp 293,4 miliar, dan dengan frekuensi 2,16 juta transaksi.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memberikan apresiasi terhadap inovasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah burger berbahan dasar singkong dan mikroprotein jamur yang dinilai memiliki cita rasa dan kandungan gizi yang baik.
Gelombang aksi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan, mahasiswa kembali mengambil peran sebagai kelompok yang menyuarakan kritik serta tuntutan perubahan melalui demonstrasi dan gerakan advokasi.



