LiputanHot News

Ashanty Geram: Tanah Warisan Ayahnya di Depok Diduga Diserobot Developer

SBTim Redaksi SATU BERITA
18 September 20252 menit baca
Ilustrasi artikel: Ashanty Geram: Tanah Warisan Ayahnya di Depok Diduga Diserobot Developer

Ashanty merasa kecewa karena tanah warisan ayahnya di Depok masih dalam sengketa namun sudah dibangun oleh pihak developer. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi masalah ini.

Penyanyi sekaligus istri Anang Hermansyah, Ashanty, tengah menghadapi masalah serius terkait tanah warisan ayahnya di kawasan Depok. Tanah tersebut kini masuk dalam sengketa, namun sebuah developer disebut tetap melanjutkan pembangunan di atas lahan itu.

Ashanty mengaku geram dan kecewa karena tidak ada kejelasan, sementara pihak lain sudah berani menggarap lahan tersebut. Ia menyatakan siap menempuh langkah hukum untuk memperjuangkan hak keluarga, karena tanah itu adalah peninggalan berharga dari almarhum ayahnya.

Kasus ini langsung menyita perhatian publik, terutama karena menyangkut nama besar Ashanty dan praktik perebutan tanah yang sering menimpa banyak warga. Ia berharap persoalan ini bisa segera selesai dengan adil.

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.

15 Jun 20261 menit
Baca artikel
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Jakarta Pusat, 14 Orang Ditangkap

Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Jakarta Pusat, 14 Orang Ditangkap

Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.

15 Jun 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
kaisar4dtoto slot gacor terpercayataruma4d slot maxwin