Diduga Abaikan Edaran BGN, Puluhan Siswa di Jember Keracunan Usai Konsumsi MBG

Sebanyak 25 anak di Jember diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu dari program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Insiden ini disebut terjadi karena pihak penyedia diduga mengabaikan edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Puluhan siswa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Total sebanyak 25 anak dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, hingga sakit perut setelah menyantap makanan tersebut.
Peristiwa ini diduga berkaitan dengan kelalaian pihak penyelenggara yang mengabaikan edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam edaran tersebut, penyedia makanan diminta memperhatikan standar keamanan pangan, proses distribusi, hingga kualitas bahan makanan agar tetap layak dikonsumsi siswa.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Lindungi Ribuan Relawan SPPG Sumut Lewat Program JKN
Sejumlah siswa yang mengalami gejala keracunan langsung mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Beruntung, kondisi para korban dilaporkan berangsur membaik dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pihak terkait kini tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dibagikan kepada para siswa. Pemerintah daerah juga diminta melakukan evaluasi ketat terhadap pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Baca Juga: BGN Pastikan Tak Ada Orang Dalam Terlibat Jual Beli Titik SPPG
Kasus ini menjadi perhatian publik karena program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah. Karena itu, aspek kebersihan dan keamanan pangan dinilai harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses penyediaan makanan.
source: Diduga Abaikan Edaran BGN dan Buat 25 Anak di Jember Keracunan, SPPG Kaliwates 3 Terancam Ditutup
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, melalui tim kuasa hukumnya resmi melaporkan empat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial (KY). Laporan tersebut kini tengah dipelajari untuk menentukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berlangsung dengan berbagai bentuk ekspresi kreatif, mulai dari pembacaan puisi hingga membawa spanduk berisi plesetan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Aksi tersebut menjadi sarana penyampaian aspirasi terhadap sejumlah isu yang berkembang.
Sedikitnya 36 orang dilaporkan tewas setelah Pakistan kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan. Serangan ini memperburuk ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan di perbatasan kedua negara.
Setelah Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan seorang wanita di Bandung, berhasil ditangkap aparat kepolisian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan nasib sayembara senilai Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan bagi pihak yang membantu mengungkap keberadaan pelaku.





