donasi uang untuk pemulangan jenazah wni di kamboja nathasya antou di gelapkan pacarnya

Nahtasya Antou, meninggal dunia saat merantau di Kamboja. Perempuan berusia 26 tahun itu dikabarkan wafat pada 10 April 2025 akibat sakit. Namun, hingga lebih dari satu bulan setelah kepergiannya, jenazahnya belum juga berhasil dipulangkan ke tanah air.
Ironisnya, upaya pemulangan jenazah yang seharusnya bisa segera dilakukan malah terhambat karena diduga adanya penggelapan dana donasi oleh orang terdekat almarhumah, yakni sang pacar berinisial JR alias Jovan.
Harusnya jenazah sudah bisa dipulangkan karena perkiraan dana dari perusahaan dan uang pribadi yang sudah di transfer ke pacar Natasya, yakni Jovan sebesar Rp 200 juta lebih dari cukup,” kata Yuni, TKW Hongkong. “Jovan, saya tidak tahu apa yang terjadi sama kamu. Nahtasya lebih menangis lagi, sudah tidak bernyawa, dan uangnya juga kamu ambil,” begitu ungkap aktivis sosial tersebut dari akun media sosialnya dikutip, Rabu 14 Mei 2025.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu bergantung pada kepemilikan dolar AS. Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan menunjukkan penguatan dalam waktu dekat seiring langkah-langkah yang tengah disiapkan pemerintah.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Prabowo Subianto memastikan masyarakat tetap terlindungi dari dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar beban ekonomi rakyat tidak semakin berat.



