Guncang Jakarta: Lautan Buruh Kepung DPR Tuntut Keadilan

Ribuan buruh berunjuk rasa di DPR dan sejumlah titik Jabodetabek, Kamis (28/8/2025). Mereka menuntut penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, dan revisi aturan ketenagakerjaan. Aksi ini memicu kemacetan, sementara aparat dikerahkan menjaga situasi.
JAKARTA - Aksi demo buruh besar-besaran kembali mengguncang ibu kota pada Kamis, 28 Agustus 2025. Massa yang datang dari berbagai kawasan industri di Jabodetabek bergerak menuju Gedung DPR RI, Senayan, sejak pagi hari.
Para buruh membawa spanduk, poster, serta meneriakkan tuntutan utama, yaitu:
- Penghapusan sistem outsourcing dan kontrak kerja tidak tetap.
- Penolakan terhadap upah murah yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan hidup layak.
- Revisi regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada pekerja.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari ribuan aparat kepolisian. Arus lalu lintas di sekitar Senayan hingga Slipi mengalami kepadatan akibat massa yang memblokade jalan.
Meski sempat terjadi dorong-dorongan kecil, secara umum aksi berjalan damai. Serikat buruh menyatakan akan terus menggelar demonstrasi apabila pemerintah tidak segera merespons tuntutan mereka.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Ketua Paguyuban Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kudus, Wahyu Widodo, menegaskan pemanggilan 78 mitra oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus bukan merupakan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran, melainkan proses sinkronisasi dan validasi data terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, melalui tim kuasa hukumnya resmi melaporkan empat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial (KY). Laporan tersebut kini tengah dipelajari untuk menentukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.



