
Surat edaran terbaru dari pemerintah memicu keresahan di kalangan guru honorer. Banyak tenaga pendidik khawatir nasib mereka pada 2027 semakin tidak pasti, terutama terkait status kerja dan peluang pengangkatan.
Keresahan mulai dirasakan ribuan guru honorer di berbagai daerah setelah terbitnya surat edaran Menteri PANRB terkait penataan tenaga non-ASN menuju 2027. Banyak guru merasa masa depan mereka menjadi tidak jelas karena aturan baru dinilai belum memberikan kepastian status kerja.
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah diminta melakukan penyesuaian terhadap tenaga non-ASN sesuai regulasi yang berlaku. Namun, sejumlah guru honorer mengaku khawatir tidak lagi bisa mengajar apabila tidak masuk skema penataan yang disiapkan pemerintah.
Baca Juga: PSSI Soroti Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa
Sejumlah organisasi guru honorer juga meminta pemerintah memberikan kejelasan terkait nasib tenaga pendidik yang telah mengabdi bertahun-tahun. Mereka berharap ada solusi konkret agar guru honorer tidak kehilangan pekerjaan di tengah kebutuhan tenaga pengajar yang masih tinggi di banyak sekolah.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan penataan non-ASN dilakukan untuk menciptakan sistem kepegawaian yang lebih tertib dan sesuai aturan. Meski demikian, aspirasi guru honorer disebut tetap menjadi perhatian dalam proses penyusunan kebijakan ke depan.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK Bakal Tampil di Opening FIFA World Cup 2026 di Los Angeles
Banyak pihak berharap pemerintah pusat dan daerah dapat segera memberikan kepastian agar keresahan guru honorer tidak terus berlarut menjelang 2027.
source: Surat Edaran Menteri dan Resahnya Guru Honorer Menatap 2027
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



