Lompat ke konten utama
satuberita.news — Berita Terpercaya Indonesia
SBSATUBERITA
  • Berita
  • Redaksi
  • Kontak
SBSATUBERITA

Portal berita Indonesia yang menyajikan liputan nasional, internasional, ekonomi, politik, olahraga, dan teknologi — cepat, jelas, dan terpercaya.

satuberita.news

Kategori

  • Anime
  • Economy
  • Film
  • Game
  • Healthy
  • Horror
  • Hot News
  • Keramat

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Hubungi Redaksi

[email protected]
Indonesia — Redaksi Digital

© 2026 SATU BERITA. Hak cipta dilindungi.

Syarat LayananPrivasiCookies
  1. blog
  2. hampir 50 tahun embargo diserang as israel kenapa iran masih kuat
LiputanHot News

Hampir 50 Tahun Embargo, Diserang AS-Israel, Kenapa Iran Masih Kuat?

SBTim Redaksi SATU BERITA
13 Maret 20263 menit baca
Share
Ilustrasi artikel: Hampir 50 Tahun Embargo, Diserang AS-Israel, Kenapa Iran Masih Kuat?

Hampir 50 Tahun Embargo, Diserang AS-Israel, Kenapa Iran Masih Kuat?

Mata dunia tertuju pada Iran yang bisa memberikan perlawanan tangguh melawan dua kekuatan dunia, Amerika Serikat dan Israel.

Meski Iran kehilangan para pemimpin dan warga sipil, namun mereka tampak tetap solid dan terus memberi tekanan.

Iran adalah negara yang kenyang diembargo oleh negara barat terutama Amerika Serikat setelah Revolusi tahun 1979.

Sanksi itu mencakup pembekuan aset, embargo perdagangan (terutama minyak), pembatasan sektor keuangan (seperti SWIFT), larangan transfer dana, dan embargo senjata, dengan tujuan menekan program nuklir dan militer mereka, yang berdampak signifikan pada ekonomi dan kehidupan warga sipil Iran.

Sepuluh tahun kemudian, embargo berlanjut dengan embargo impor barang dan jasa Iran sebagai respons atas agresi di Teluk Persia dan dukungan terorisme. Pada 2006 PBB mulai memberlakukan sanksi terhadap Iran terkait program nuklirnya yang kontroversial.

Dikutip dari situs Columbia University, sanksi ini diperluas untuk mencakup embargo penuh dan komprehensif terhadap perdagangan bilateral (diberlakukan melalui EO 12957 dan EO 12959 yang ditandatangani oleh Presiden Clinton) dan, pada tahun 1996, sanksi yang berupaya mengisolasi Iran dari perusahaan energi non-AS juga.

Perkembangan ini memunculkan terciptanya konsep baru, yaitu sanksi "sekunder". Berbeda dari sanksi "primer" (yang menargetkan perdagangan AS dengan negara asing), sanksi sekunder menargetkan orang atau entitas non-AS agar tidak terlibat dalam perdagangan dengan negara asing lainnya

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak
viralHot News

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha
Hot Newsviral

Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
dynasty4dtototaruma4d

Berita Terkini

  • 01
    Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

    Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

    20 Mei 2026
  • 02
    Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

    Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

    20 Mei 2026
  • 03
    Prabowo Sebut Program MBG Sangat Penting bagi Rakyat Kecil

    Prabowo Sebut Program MBG Sangat Penting bagi Rakyat Kecil

    19 Mei 2026
  • 04
    BGN Pastikan Relawan SPPG Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

    BGN Pastikan Relawan SPPG Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

    18 Mei 2026