Heboh Video PHK Shell: Ternyata Bukan Pemecatan, Tapi Acara Pindah Tugas

Video viral menampilkan karyawan SPBU Shell yang disebut terkena PHK massal dan menimbulkan keresahan. Shell Indonesia menegaskan itu bukan pemecatan, melainkan acara perpisahan dan briefing untuk pegawai yang dipindah tugas.
Shell Indonesia memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial mengenai dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap karyawan SPBU. Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang berkumpul seolah sedang menjalani pelepasan dari perusahaan, sehingga memicu spekulasi publik bahwa Shell melakukan PHK besar-besaran akibat isu operasional dan distribusi BBM.
Pihak Shell menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Corporate Communication Shell Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan dalam video itu merupakan acara perpisahan dan pemindahan tugas (relokasi) untuk beberapa pegawai yang dipindahkan ke SPBU lain sebagai bagian dari penyesuaian operasional. Acara tersebut juga dikombinasikan dengan briefing internal rutin, bukan pemecatan.
Shell menambahkan bahwa tidak ada pemberhentian karyawan secara massal, dan seluruh staf yang terlibat dalam video tersebut tetap bekerja dalam jaringan operasional perusahaan. Penataan SDM yang dilakukan adalah hal biasa dalam rangka rotasi, pengembangan karyawan, dan optimalisasi lokasi.
Pihak perusahaan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi. Shell menegaskan komitmennya untuk menjaga kenyamanan karyawan dan memastikan keberlanjutan pelayanan SPBU di berbagai daerah.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, rumor tentang PHK massal dinyatakan hoaks dan tidak memiliki dasar fakta.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



